Seiring dengan kemunduran taraf berfikir umat islam, berbagai konsep pemikiran yang jelas menjadi kabur. Salah satunya umat tertipu oleh serangan pemikiran Barat, sehingga tidak bisa membedakan antara syura dan demokrasi. Anggapan Demokrasi= Syura begitu mengemuka.
Berikut ini presentasi yang akan mengupas syura dan demokrasi secara mendasar.Materi ini dipresentasikan di hadapan tokoh-tokoh di Banyuwangi Jatim..Semoga mencerahkan Yach.. Download.
Baca Selengkapnya..
Friday, 27 January 2012
Presentasi: Telaah Syura dan Demokrasi
Friday, 23 December 2011
Presentasi : Menyonsong Dakwah 2012 (Seri LDK)
Bumi semakin berumur seiring bertambahnya waktu..semakin terasa dunia sangat membutuhkan pelukan kasih sayang islam..terbukti kapitalisme telah salah mengasuh umat manusia
Sesungghunya umat islam menyimpan energi besar bagi perubahan. Salah satunya adalah pemuda yang tergabung dalam golongan mahasiswa, terlebih lagi mereka yang telah "meminang" dakwah sebagai pendamping hidupnya semati..emm, ya udah gak usah panjang lebar, ini ada presentasi yang diberikan al-faqir dimoment lokakarya BDM al-hikmah Universitas Negeri Malang..Selamat berjuang Kawan!!Songsong 2012 lebih Dahsyat!! Allahu Akbar!!!
Bismillah Download Baca Selengkapnya..
Sesungghunya umat islam menyimpan energi besar bagi perubahan. Salah satunya adalah pemuda yang tergabung dalam golongan mahasiswa, terlebih lagi mereka yang telah "meminang" dakwah sebagai pendamping hidupnya semati..emm, ya udah gak usah panjang lebar, ini ada presentasi yang diberikan al-faqir dimoment lokakarya BDM al-hikmah Universitas Negeri Malang..Selamat berjuang Kawan!!Songsong 2012 lebih Dahsyat!! Allahu Akbar!!!
Bismillah Download Baca Selengkapnya..
Thursday, 22 December 2011
Presentasi : Maraknya Pemerkosaan, Salah Siapa?
Sebagai kelanjutan kajian tentang HIV/AIDS, berikut ini adalah fenomenal maraknya pemerkosaan..
Bagaimana Islam menyelesaikan kasus tersebut..Download presentasinya Baca Selengkapnya..
Bagaimana Islam menyelesaikan kasus tersebut..Download presentasinya Baca Selengkapnya..
Wednesday, 14 December 2011
Presentasi: HIV/AIDS Meningkat!! Kondom, Solusi atau Bencana?
Setiap tanggal 1 Desember kita diingatkan dengan Peringatan Hari AIDS Sedunia.Tapi,Galau banget dech rasanya, tambah tahun angka pengidap HIV/AIDS tak kunjung menurun yang terjadi justru terus meningkat..apalagi diperparah dengan upaya "gila" pemerintah dengan menggalakkan kondomisasi sebagai jalan keluar..alih-alih sebagai solusi faktanya justru menjadi bencana..
Apa mau dikata, sekali lagi sistem kapitalis sekuler gagal menyelesaikan masalah penyebaran HIV/AIDS.hemm..sesuatu...
Ya udah, download ajah materi presentasinya (disajikan di KAFILA : Kajian Fiqih Islam diselenggarakan oleh MT-FUNA dan BKLDK Unibraw) Baca Selengkapnya..
Apa mau dikata, sekali lagi sistem kapitalis sekuler gagal menyelesaikan masalah penyebaran HIV/AIDS.hemm..sesuatu...
Ya udah, download ajah materi presentasinya (disajikan di KAFILA : Kajian Fiqih Islam diselenggarakan oleh MT-FUNA dan BKLDK Unibraw) Baca Selengkapnya..
Wednesday, 30 November 2011
Krisis Eropa dan AS: Satu Langkah Menuju Khilafah
Oleh: Mush’ab Abdurrahman
Krisis Eropa
Awan gelap menaungi pasar uang Eropa. Siapa yang bisa membayangkan bahwa negara eropa bisa jatuh dalam krisis yang bekepanjangan seperti sekarang ini. Setelah sebelumnya dunia digoncangkan dengan krisis global yang berpangkal pada krisis subprime mortgage di Amerika Serikat. Ini tentu babak baru dalam krisis keuangan dan ekonomi global yang sudah berjalan tiga tahun belakangan.
Apa yang terjadi di Yunani, merambat cepat ke Irlandia, Portugal, Spanyol, Jerman, dan mungkin Italia, serta beberapa negara Eropa lainnya. Pertama kita bisa menemukan krisis utang Yunani. Padahal kita tahu negara ini merupakan salah satu pelopor munculnya peradaban barat dan merupakan tempat kelahiran dari demokrasi. Negara yang penduduknya berjumlah sekitar 11 juta jiwa merupakan negara dengan GDP sebesar $343 miliar yang merefleksikan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-27. Dengan menduduki peringkat ke-22 dalam standar hidup, Yunani dikategorikan sebagai negara maju (developed country). Pada tahun 1981, Yunani memutuskan untuk masuk ke dalam European Communities yang merupakan cikal bakal dari Uni Eropa.
Krisis zona euro sekarang satu langkah dari kejatuhan negara-negara maju ke dalam jurang resesi dan bahkan depresi, dengan gelombang kebangkrutan dan kehancuran kekayaan di Eropa (antaranews.com, 29/11/2011)
Secara keseluruhan, utang pemerintah yang tergabung dalam Eurozone jumlahnya hanya 85% dari total GDP dan relatif aman dari ancaman krisis. Yang menjadi permasalahan adalah adanya beberapa negara anggota yang tingkat pertumbuhan utangnya jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain di Eurozone. Berdasarkan data dari CIA World Fact Book, utang pemerintah Yunani berjumlah $405.7 miliar atau sekitar 125% dari GDP-nya. Angka ini jauh lebih tinggi dari rata-rata negara Uni Eropa. Jumlah tersebut tidaklah mengherankan jika kita melihat kondisi defisit fiskalnya. Diperkirakan pada akhir tahun 2009, pengeluaran Yunani adalah $145.2 miliar dengan total pendapatan hanya sekitar $108.7 miliar atau terjadi defisit fiskal sebesar $36.5 miliar (25.1%). Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, maka dalam satu dekade ke depan utang Yunani jumlahnya akan menjadi hampir dua kali lipat saat ini. Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata hanya sekitar 3% per tahun dan bahkan minus -1.9% di tahun 2009 (data World Economic Outlook IMF April 2010), besarnya utang ini sangat berpotensi menjadi malapetaka ketika tak mampu dibayar. (parahita.wordpress.com,24/05/2010)
Uni Eropa secara drastis memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara pengguna mata uang euro atau zona euro tahun 2012 dari 1,8% menjadi hanya 0,5%. Italia yang menghadapi krisis kembali menerbitkan surat utang baru dengan suku bunga 6.087% untuk satu tahun. Angka suku bunga ini naik drastis dari 3,57% pada Oktober lalu dan tercatat menjadi yang tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Sementara itu, rasio keuntungan pemegang surat utang 10 tahun Italia meningkat di atas 7%, yang merupakan rasio tertinggi sejak zona euro terbentuk. Angka ini menunjukkan bahwa jika Italia meminjam uang hari ini untuk dikembalikan 10 tahun mendatang maka negeri itu harus membayar bunga lebih dari 7%. Sebuah angka yang dianggap tak masuk akal oleh banyak analis ekonomi. Saat mengumumkan revisi pertumbuhan ekonomi, Komisi Eropa memperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan politik. Utang Italia tak akan beranjak dari 120,5% dari GDP tahun depan sebelum turun menjadi 118,7% dari GDP pada 2013. Komisi Eropa juga memperkirakan level utang Yunani akan meningkat menjadi 198,3% dari GDP tahun 2012. Oleh karenanya menurut Olli Rehn “Pertumbuhan ekonomi di Eropa macet dan muncul risiko terjadi resesi baru." (http://www.bbc.co.uk, 11/11/2011)
Salah satu penyebab utama dari krisis mata uang di zona euro adalah bahwa hampir semua negara yang terlibat melanggar peraturan mereka sendiri-sendiri. Berdasarkan kriteria konvergensi bagian dari kesatuan ekonomi dan moneter, utang pemerintah tidak boleh melebihi 60% dari PDB pada akhir tahun fiskal. Demikian pula, defisit tahunan pemerintah tidak boleh melebihi 3% dari PDB. Namun, sebagaimana peta menunjukkan, hanya dua dari 16 negara zona euro—Luksemburg dan Finlandia—tetap konsisten pada kedua aturan tersebut. Secara keseluruhan, Yunani adalah pelanggar terburuk, dengan utang sebesar 115,1% dari PDB dan defisit sebesar 13,6% dari PDB. Tetapi di antara negara Eropa besar lainnya, utang Italia bahkan lebih tinggi daripada Yunani, sementara defisit Spanyol adalah 11,2% dari PDB. Jika Inggris berada di zona euro, mereka juga akan jatuh, dengan utang yang sekarang ada dalam kisaran 68,1% dari PDB dan defisit sebesar 11,5% dari PDB. (eramuslim.com, 21/12/2010)
Pada bulan awal bulam Agustus 2011 di Inggris tepatnya di kawasan Tottenham terjadi kerusuhan massa yang dipicu oleh tewasnya Mark Duggan, pria berkulit hitam dikawasan tersebut. Para analis mengatakan kerusuhan di Tottenham bukan hanya disebabkan oleh kematian Duggan, namun merupakan dampak dari kesulitan ekonomi terutama di kalangan rakyat miskin. Penghematan untuk mengurangi hutang pemerintah Inggris mulai dirasakan dampaknya oleh rakyat kecil, seperti pengangguran tinggi dan pengurangan layanan publik. Tottenham merupakan tempat tinggal sejumlah minoritas etnis yang sering mengalami diskriminasi dan di sana kerap terjadi ketegangan etnis. Kegagalan sistem Kapitalisme telah menimbulkan frustasi sosial.
Dalam alam globalisasi, krisis eropa memiliki efek domino kenegara Asia dan China. Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad mengungkapkan, Memasuki 2012 Indonesia sebaiknya sudah menyiapkan langkah antisipatif untuk menangkal imbas krisis utang zona euro karena Bank Indonesia (BI) memperkirakan krisis itu masih akan berlanjut hingga tahun depan . (antaranews.com, 23/11/2011)
Senada juga disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Slamet Sutomo , menyatakan bahwa Ia mengatakan krisis global berpengaruh terhadap sejumlah komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi, seperti ekspor dan impor. Ekspor pada triwulan III-2011 tercatat tumbuh 5,2 persen dari Rp300,2 triliun menjadi Rp 315,8 triliun. Dibandingkan dengan triwulan II, pertumbuhan tersebut menurun sebesar 7,2 persen.
Kondisi serupa terjadi terhadap impor. Pada triwulan II, impor tumbuh 6,5 persen, sedangkan pada triwulan III pertumbuhannya melambat menjadi hanya 2,4 persen. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2011 tercatat sebesar 3,5 persen dibandingkan kuartal II-2011 (quarter to quarter) atau mencapai 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year). (antaranews.com, 23/11/2011)
Menurut Herdi Ranuwibowo seorang Head of Debt Capital Markets PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa Ketidakpastian akibat krisis utang yang terjadi di Eropa diprediksi akan berdampak pada pasar obligasi Indonesia, seperti terjadinya arus dana keluar (capital outflow). Dominasi investor asing yang tinggi pada obligasi Indonesia saat ini, maka jika terjadi outflow, hal itu akan menyebabkan penurunan harga obligasi dan peningkatan imbal hasil atau "yield".(antaranews.com, 29/11/2011)
Indonesia bisa dihantam krisis ekonomi sedahsyat yang pernah dialami negeri ini tahun 1997, akibat krisis utang di Eropa dan Amerika Serikat. Jumlah aliran dana asing alias hot money yang beredar di Indonesia lima kali lipat dibandingkan tahun 1997. Pengetatan likuiditas di negara-negara Eropa, sebagai obat krisis utang beberapa negara anggota Uni Eropa, bisa membuat hot money di Indonesia ditarik keluar. Ekspor yang terus mengalami pelambatan akibat krisis di Eropa dan Amerika Serikat juga bakal menekan nilai tukar rupiah. Pada gilirannya, krisis utang di Eropa bakal berimbas pada perekonomian Indonesia. (kompas.com, 15/11/2011).
Menurut Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli menunjukkan, sinyal krisis sebetulnya sudah mulai terasa. “Pelan-pelan ekspor Indonesia sudah mulai melambat, dan itu juga terjadi di negara lain. China saja yang hebat sudah mulai slow down karena dua raksasa ekonomi, Eropa dan Amerika, mengalami pelambatan,” ujarnya.
Dampak krisis utang di Eropa, menurut Rizal, bisa terlihat dari dua hal. Dampaknya melalui dua mekanisme. “Satu, mekanisme ekspor. Ekspor Indonesia mulai melambat 2012. Sayangnya impor kita naiknya tinggi terus. Akibatnya, surplus di neraca pembayaran dan transaksinya berjalan makin lama makin kecil. Itu akan memberi tekanan terhadap mata uang rupiah,” ungkap Rizal.
Kedua, menurutnya, melalui mekanisme finansial. “Karena krisis, Eropa sedang mengetatkan likuiditas dan sektor moneternya. Dengan begitu, mereka mau tidak mau menarik investasi di portofolio mereka di Indonesia,” ucapnya. (kompas.com, 15/11/2011)
Krisis Eropa juga berpengaruh ke rumah tangga di di Cina. Menggelitik memang, bagaimana kehidupan 10 rumah tangga di China dipengaruhi debat politik dua partai di Athena —yang berjarak 7.629 kilometer atau sembilan kali jarak Jakarta-Surabaya— tentang perlu tidaknya menerima dana talangan IMF? Sebagaimana Reuters (2/11) melaporkan, perusahaan Dongguan Jincai Real Co di China memecat 10 pekerjanya karena perusahaan yang mengekspor telepon genggam dan aksesoris komputer tersebut kehilangan pasar di Eropa. Ekonomi China sangat bergantung dari ekspor, yang pada 2010 memberi kontribusi 61 persen dari total produk domestik bruto (PDB). Bandingkan dengan konsumen dalam negeri di Amerika Serikat yang menyumbang 70 persen PDB pada periode sama. Ke Eropa yang kini tengah krisis sangat serius, nilai ekspor China dengan penduduk 1,3 miliar jiwa itu mencapai 236,28 miliar dolar AS pada 2010. Jumlah yang sangat fantastis! Ekspor China sejak krisis zona Eropa terjadi --pasar terbesar mereka-- menurun 19,4 persen. Menurut situs The Guardian, China bisa kehilangan pasarnya secara habis-habisan jika Yunani gagal bayar hutang, yang berimplikasi pada kejatuhan ekonomi seluruh negara bermata uang Euro. Sementara China, yang memiliki cadangan devisa senilai 3,2 triliun dolar Amerika Serikat, diminta Uni Eropa memberi bantuan senilai 50-100 miliar dolar AS untuk melengkapi paket 1 triliun euro yang dibutuhkan Yunani. (antaranews.com.7/11/2011)
Krisis AS
Telah kita ketahui saat ini Amerika Serikat sedang berada di ambang kehancuran financial sebagai imbas dari krisis ekonomi. Trauma akan krisis ekonomi di tahun 1929 yang sering disebut Great Depression kembali menghantui. Pada saat itu dampak krisis itu menasional bagi rakyat Amerika Serikat, seperti kesulitan keuangan karena lapangan pekerjaan sedikit hingga kelaparan.
Seperti mengulang kejadian Great Depression, dimana saat ini banyak saham-saham yang menjadi maskot Wall Street berguguran. Apalagi perusahaan sekelas Lehman brothers dan Washington Mutual menyatakan kebangkrutan. Belum lagi raksasa Asuransi AIG, sahamnya turun hingga 50 persen.
Roger Altman, seorang mantan Wakil Sekretaris Kementrian Keuangan, menulis pada Majalah Foreign Affairs edisi Januari/Februari 2009 yang mengakui, bahwa model pasar bebas Kapitalisme gaya Amerika pada saat ini sedang berada di bawah awan yang sangat kelabu dan Washington maupun pemerintahan di Eropa tidak memiliki sumberdaya maupun kredibilitas ekonomi yang bisa dimainkan dalam tingkat global yang seharusnya mereka lakukan.
Krisis tersebut telah memaksa raksasa otomotif Chrysler, Ford, dan General Motors sekarat. Chrysler beberapa waktu lalu telah mengumumkan penutupan manufakturingnya di seluruh Amerika Utara. Ford pada bulan Januari lalu sudah menghentikan aktivitas 10 cabang pabriknya di AS. General Motors dan Chrysler pada awal Februari ini menawarkan pensiun dini kepada 91 ribu karyawannya. Hal serupa juga menimpa raksasa retail Circuit City, Linens’n Thing dan Sharper Image. Pada akhir Januari lalu, Circuit City telah mengumumkan kebangkrutannya dengan menutup cabangnya di 567 lokasi di AS dan akan merumahkan karyawannya sekitar 30 ribu orang.
Efek dari krisis ekonomi dan finansial di USA telah merambat ke negara-negara di Asia dan Eropa. Banyak negara yang memberikan suntikan dana kepada lembaga keuangan supaya tidak tergerus arus krisis Ekonomi yang berasal dari Amerika Serikat.
Kondisi tersebut terus memicu laju tingkat pengangguran di AS. Padahal sebelum krisis pun tingkat pengangguran di AS sudah cukup tinggi. Pada Tahun 2009 saja total 12,5 juta orang menganggur di Amerika Serikat. Begietupula terjadi rasionalisasi karyawan disejumlah besar sector sektor, dan hanya pemerintah, sektor layanan pendidikan dan kesehatan menambah staff. Di sektor manufaktur, 168.000 PHK terjadi sepanjang bulan, sedangkan 104.000 PHK di konstruksi dan 375.000 di sektor jasa. Di antara perusahaan yang mengumumkan PHK besar-besaran bulan Feburari adalah Goodyear, Estee Lauder, Macy’s dan General Motors. (BBC Online, 06/03/09).
Bank negara terbesar di Amerika Serikat, Bank of America, juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 40 ribu karyawan dari total 300 ribu pegawai yang dimilikinya. PHK paling banyak akan menimpa divisi operasi consumer banking. Langkah itu dilakukan karena kondisi perekonomian di negara adidaya itu yang terus merosot. Lesunya bisnis perbankan juga telah membuat harga saham Bank of America terpangkas hingga setengahnya sejak pertengahan Januari lalu. Pemangkasan pegawai diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan di bank yang memiliki 58 juta nasabah itu.(Tempo.co.12/10/2011)
Kebijakan Luar negeri Amerika yang super bar-bar dan sangat mengobral perang terutama kepada Irak dan Afghanistan menjadi andil besar menyedot anggaran Negara yang sangat fantastis. Pada tahun ini saja Obama sudah Collapse $ 3 triliun di Irak dan Afghanistan.
Pada Bulan September lalu Ribuan peserta aksi demo anti keserakahan korporasi menutup salah satu pelabuhan tersibuk di AS yaitu Pelabuhan Oakland. Aksi itu dikenal dengan Aksi Occupy Oakland. Insiden itu segera menyulut kemarahan warga Oakland, yang terletak di Teluk San Francisco, hingga mereka bergabung dengan gerakan nasional Occupy Wall Street yang kemudian juga menular ke berbagai kota lain di seluruh AS. Occupy Wall Street terjadi dijantung kota Amerika yang kemudian menjalar keseluruh dunia. Berawal dari demonstrasi yang dilakukan di Wall Street, Washington DC, kemarahan terhadap kapitalisme muncul dimana-mana.
Gerakan massa ini digelar untuk memprotes penggunaan kekuatan yang berlebihan dan perlakuan tidak adil terhadap kaum minoritas, termasuk kalangan muslim. Perkara lainnya adalah penyitaan rumah, angka pengangguran yang tinggi, dan kebijakan bailout pada 2008. (Tempo.co.03/10/11)
Occupy Wall Street, cerminan kemarahan dan kebencian massif terhadap kapitalisme global. Mereka mengecam bankir, pelaku sektor finansial plus politisi yang menjadi aktor kapitalisme global yang menyebabkan kemiskinan dan penderitaan rakyat di dunia. Kapitalisme dikecak sebagai ideologi kriminal yang rakus, menindas, dan melakukan ketidakadilan sistematis.
Mereka marah terhadap sikap pemerintah Amerika yang lebih memihak kepada pemilik modal. Kompas (Rabu, 12 Oktober 2011) menyebutkan dosa-dosa korporasi ini. Saat krisi di Amerika tahun 2008, pemerintah mengucurkan dana yang besar untuk perusahan-perusahan besar seperti AIG perusahan asuransi raksasa. Dari pajak, pemerintah AS mengucurkan dana sebesar 170 miliar dolar. Ternyata kinerja AIG terpuruk karena memegang obligasi beragun aset KPR (mortgage). Obligasi itu ternyata kertas belaka yang membuat keuangan AIG berdarah-darah. Setelah mendapatkan dana talangan, manajemen AIG justru melanjutkan tradisi bagi-bagi bonus seperti tidak terjadi sesuatu apa pun. Dana sebesar 165 juta dollar dibagikan untuk membayar bonus para eksekutif yang jelas-jelas tidak memimpin dan malah menjebloskan perusahaan.
Seorang ekonom pemenang hadiah Nobel bernama Joseph Stiglitz pada bulan Mei tahun ini menulis sebuah artikel untuk mengkritik keadaan umum politik dan ekonomi di Amerika. Dia menamakannya dengan “dari 1%, oleh 1%, untuk 1%”. Ia dengan tepat mempermainkan deskripsi terkenal oleh Abraham Lincoln tentang demokrasi Amerika sebagai pemerintahan “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” yang menggambarkan realitas sistem politik di Amerika Serikat. (www.vanityfair.com/society/features/2011/05/top-one-percent-201105).
Singkatnya, kritik Stiglitz, proses politik “demokrasi” di Amerika sepenuhnya dikendalikan hanya oleh sekelompok kecil orang, yakni 1% dari orang-orang superkaya, yang menggunakan pengaruh politik mereka untuk memastikan bahwa ekonomi Amerika diatur sedemikian rupa sehingga mereka merupakan penerima manfaat yang utama.
Rasanya sangat sulit membayangkan Amerika akan mampu bangkit seperti sediakala, yang ada hanyalah menunggu detik-detik ajalnya. Sampai Mei 2011 lalu, tercatat utang Amerika sebesar US $ 14,3 triliun. Dimana sebesar US $ 9,78 triliun utang kepada publik, dan sisanya s ebesar US $ 4,56 triliun dari kepemilikan intregovermental.( tempo.co,08/09/2011)
Bahkan situs www.usgovernmentspending.com memperkirakan akhir tahun ini utang Amerika sudah menyentuh US $ 15 triliun. Padahal, produk domestik bruto (PDB)-nya tahun 2010 hanya US $ 14,7 triliun, dan pada 2011 sebesar US $ 15, 001 triliun. Artinya, rasio utang dengan PDB Sudah menyentuh angka 96 persen. Saat krisis global 2008, rasio utang dengan PDB Amerika baru mencapai 69 persen.
Sejak tahun anggaran 2003 Utang Bruto meningkat lebih dari US $ 500 milyar setiap tahun. Kenaikan itu terus meningkat. Mulai 2008 utang naik US $ 1 triliun dari 2007. Dan 2010 naik US $ 1,7 triliun dari 2009.
Meningkatnya utang Amerika salah satunya disebabkan oleh bertambahnya belanja negara. Data Departemen Keuangan Amerika Serikat menunjukan, selama tahun fiskal 2010, kupon bunga yang harus dibayar kepada kreditor sebesar US $ 414 miliar. Tahun sebelumnya kupon yang dibayarkan sebesar 383 miliar dollar AS.
Imbal hasil pembayaran bunga utang menjadi pengeluaran terbesar kelimaa dalam anggaran negara. Tiga pengeluaran teratas lainnya, untuk pertahanan dan keamanan sebesar US 890 miliar, jaminan sosial US $ 730 miliar, dan jaminan kesehatan US $ 490 miliar.
Pengeluaran Amerika semakian bertambah, karena pembeli obligasi meminta imbalan suku bunga tinggi. Kantor manajemen Anggaran mencatat, defisit anggaran untuk tahun fiskal 2011 sebesar US $ 1,3 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya US $ 1,17 triliun.
Namun jumlah itu lebih kecil dibandingkan 2009 dimana defisit mencapai 1,7 triliun. Penyebabnya karena tahun 2009 pemerintah mengeliarkan paket stimulus senilai US $ 800 miliar untuk sektor pertahanan dan keamanan. Kebijakan keringanan pajak juga memangkas pendapatan negara dan menambah defisit anggaran.
Pemerintah Federal harus berjuang untuk mendapatkan persetujuan Senat agar menaikkan plafond utang. Seluruh jatah utang yang didapat Amerika sebesar US $ 14,3 triliun telah terkuras pada 16 Mei lalu. Padahal 2011 masih menyisakan 5 bulan lagi, dan pemerintah masih punya kewajiban membayar gaji pegawai, jaminan sosial, dan imbal hasil obligasi. Presiden Barack Obama dihadapkan pada pilihan sulit. Jika gaji pegawai tidak dibayar, mereka akan marah dan tidak akan memilih dia pada pemilu 2012 nanti. Jika kupon obligasi tidak dibayar, AS akan gagal bayar, peringkat AAA juga lepas dari tangan. Risiko gagal bayar akan berdampak luas pada perekonimian global.
Nah, melihat kondisi kritis ini Obama mencoba untuk keluar dari himpitan resesi ekonominya salah satunya dengan mengembangkan pasarnya ke wilayah asia-pasifik. Oleh karena kita bisa membaca bahwa demi meraup kepentingan negaranya Obama bersedia menghabiskan dana lawatannya (hampir mencapai 500 Milyar Rupiah) pada KTT Asean ke 19 dan East Asean Summit (EAS) di Nusa Dua bali November 17-19 November 2011.
Obama dalam pidato pembukaan pertemuan negara-negara ASEAN di Nusa Dua, Bali, Jumat 18 November 2011 menyatakan AS akan berfokus pada kawasan ini setelah satu dekade bergelut dengan perang di kawasan Irak dan Afganistan (tempo.co,19/11/2011). Obama meyakinkan negara-negara Asia lainnya bahwa Amerika Serikat berkomitmen terlibat dalam isu-isu ekonomi dan keamanan nasional. Harian New York Times (18/11/2011) menulis bahwa kunjungan Obama ke kawasan ini, antara lain, untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di Amerika Serikat.
Dan terbukti benar, dalam pertemuan itu, Presiden Obama menyaksikan penandatanganan perjanjian Boeing Co dan Lion Air untuk pembelian pesawat senilai US$21,7 miliar di sela-sela KTT Asia Timur di Bali (18/11). Pembelian 230 pesawat Boeing 737 senilai Rp195,2 triliun ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Boeing. Perjanjian ini menurut Obama akan melahirkan banyak kesempatan kerja baru bagi warga AS. "Dan apa yang kita lihat di sini, kesepakatan bernilai miliaran dolar antara Lion Air, salah satu maskapai penerbangan dengan pertumbuhan tercepat tidak hanya di wilayah ini, namun di dunia, dan Boeing, akan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja di Amerika Serikat untuk jangka waktu panjang.''(bbc.co.uk/Indonesia,18/11/2011).
Kapitalisme: Biang Krisis Dunia
Ekonomi dunia selama 60 tahun terakhir berada di bawah kendali Amerika. Karena itu, seseorang tidak dapat menyebut kesuksesan Kapitalisme tanpa menerima bahwa krisis yang terjadi pada saat ini adalah karena kapitalisme. Sayangnya, alih-alih mengakui bahwa kebangkrutan yang terjadi adalah karena sistem Kapitalisme, para politisi saat ini, termasuk Obama, malah mencari obat dan perban luka. Mereka menyalahkan krisis ini pada ketidakbecusan untuk mengatur dan tidak adanya rasa tanggung jawab Wall Street, tetapi mereka tidak menyelesaikan masalah fundamental bahwa sistem Kapitalisme, walaupun ada beberapa keuntungannya, selalu menimbulkan ledakan-ledakan yang tidak dapat dipertahankan dan akhirnya menimbulkan dentuman yang hebat.
Hal ini menyisakan kenyataan, bahwa pelayanan keuangan Amerika, termasuk pasar derivatifnya—ketamakan, kredit ribawi, globalisasi, dan pemberlakuan uang lembaran kertas yang lemah (Amerika memimpin dunia untuk meninggalkan standar emas sejak tahun 1977)— adalah pilar-pilar utama dari masalah ini dan prinsip-prinsip dasar Kapitalisme.
Berdasarkan semua itu, Uni Eropa dan Amerika sedang berada di bawah tekanan krisis finansial dan krisi ekonomi disebabkan oleh sistem kapitalisme. Keduanya berada di bawah ancaman kejatuhan dan bubar disebabkan krisis-krisis yang terus menerus ini yang jika terjadi suatu tempat maka tidak hanya menimpa penduduk tempat itu saja, akan tetapi keburukannya meluas mencakup seluruh dunia disebabkan keterkaitan seluruh dunia secara global sebagai sebuah jalinan sistem kapitalisme.
Kepahitan itu harus berbuah pada pengunduran diri sore perdana menteri Italia Silvio Berluscony pada tanggal 12/11/2011. Sementara tiga hari sebelumnya tepatnya pada sore tanggal 9/11/2011, Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, juga mengumumkan pengunduran diri. Keduanya mengundurkan diri disebabkan krisis fiansial dan ekonomi yang melanda Italia dan Yunani, terutama krisis utang.
Krisis akibat kapitalisme merupakan siklus rutin. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi sumber krisis tersebut yaitu: sektor finansial yang berbasis ribawi, model perseroan terbatas yang bergantung pada saham yang dipasarkan di bursa yang spekulatif, dan mata uang kertas yang dapat dicetak dengan mudah sehingga mendorong terjadinya inflasi. Berbagai paket reformasi keuangan diterapkan guna menata sistem tersebut. Namun, tetap saja tak mampu menahan sistem ini dari krisis. Demikian pula kemampuan AS sebagai raksasa ekonomi saat ini untuk menyangga perekenomiannya dengan mencetak dolar dan berutang, makin mencemaskan banyak pihak.
Sistem kapitalisme telah menjerumuskan manusia dibawah tekanan krisis-krisisnya dan menjadi sangat menderita karena dampak-dampak dari berbagai krisis tersebut. Sistem ini tidak mungkin diperbaiki dari dalamnya. Sebab asasnya rusak. Dari sistem kapitalisme ini tidak mungkin keluar perekonomian yang baik/sehat. Jadi perekonomian yang baik/sehat itu harus dicari dari luar sistem ini. Bahkan wajib dicari sistem sahih yang bersandar kepada akidah yang sahih yang sesuai dengan fitrah manusia.
Peluang Emas
Sesungguhnya peristiwa politik semacam ini sangatlah penting untuk kita cermati dan kita rekam jejaknya dalam memori agenda politik kita. Ada satu hal yang membedakan antara kita dengan para pengamat politik lainnya adalah factor kesadaran politik (al wa’yu as siyasi), kesadaran politik akan mengantarkan kepada kita kepada pandangan yang universal dalam satu pandang yang khas.
Pertama, Krisis Eropa dan AS harus mampu kita maknai dalam konteks ideology bukan semata teknis ekonomi. Siklus krisis yang terjadi secara periodik menujukkan gejala penyakit sesungguhnya yang didera oleh Negara kapitalisme. Oleh sebab itu, dalam kacamata pengemban risalah ilahi seharusnya ini kita jadikan ini sebagai peluang emas untuk membuka mata dan telinga para pengekor ideology ‘hewan’ ini agar tersadar bahwa ternyata akar masalah yang merusak tatanan peradaban dunia khususnya perekonomian adalah kapitalisme. Kemampuan kita dalam mencabut loyalitas dan harapan terhadap kapitalisme beserta derivasinya sangatlah penting dan mendesak. Kapitalisme sudah tidak bisa diandalkan lagi membawa umat manusia kepada kesejahteraan dan kemuliaan. Secara historis dan empiris menurut timbangan akademisi sudah tidak bisa terbantahkan. Sampai-sampai penolakan itu pada tataran yang mendasar yakni menyentuh Aqidahnya. Sungguh naïf bila, fakta-fakta kerusakan yang sudah terpapar nyata didepan mata masih juga dielakkan.
Kedua, kita memiliki posisi strategis untuk menujukkan dunia pada sebuah sistem pengganti dari sistem ideologi yang telah rusak dan usang tersebut. Selanjutnya mampu mempresentasikan islam ideologi keranah publik dalam segala konsepsinya secara komprehensif.
Sekali lagi ini moment berharga, setelah sebelumnya kita menyaksikan juga berbagai rezim yang mengekor kepada Barat Kapitalisme juga berguguran, bak daun dimusin gugur. Gelombang perubahan yang melanda beberapa negara Timur Tengah, mulai Tunisia, Mesir, Libya, dan juga kerusuhan di London Inggris, Occupy Movement, setidaknya telah menyadarkan kepada kita bahwasanya; (1) tidak ada satu pun rejim yang tidak bisa ditumbangkan, sekuat apapun rejim itu; (2) begitu pula ‘sehebat’ apapun ideology itu apabila asasnya adalah rusak pasti akan mengalami kehancuran (3) umat adalah pemilik sejati kekuasaan dan sandaran hakiki sebuah kekuasaan. Kelihatan nyata para pemeluk kapitalis sendiri sudah merasa jijik dengan wajah asli kapitalisme. Mereka merindukan perubahan dan sistem yang tepat bagi manusia.
Mari kita jadikan krisis ini menjadi satu langkah menuju tegaknya Khilafah Islamiyah. Sesungguhnya dunia memerlukan sistem yang sahih baik asas maupun cabang-cabangnya. Ini tidak ada kecuali di dalam sistem yang ditetapkan oleh sang Pencipta alam, Rabb semesta alam yang mengetahui apa yang layak untuk makhluk-makhluk-Nya dan apa yang membuat mereka hidup dengan kehidupan perekonomian yang tenteram dan merubah sistem yang melanggengkan manusia terguncang dan menderita.
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿١٢٣﴾ وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا
Maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (QS Thaha [20]: 123-124)
Sesungguhnya, umat tidak akan bergerak, jika tidak digerakkan. Umat juga tidak akan mengetahui apa yang seharusnya ia tuntut, jika tidak diberi tahu apa yang seharusnya mereka tuntut. Umat juga tidak akan menyadari kerusakan masyarakatnya, kecuali disadarkan atas kerusakan masyarakatnya. Bahkan, umat tidak akan “berani” menuntut perubahan, kecuali ada orang yang mampu memimpin dan mengorganisir mereka. Dalam setiap keadaan, umat senantiasa membutuhkan kelompok sadar yang secara terus menerus membimbing dan memimpin mereka. Dan kelompok itu adalah kita.
Wallahu’alam Bishowwab
Baca Selengkapnya..
Krisis Eropa
Awan gelap menaungi pasar uang Eropa. Siapa yang bisa membayangkan bahwa negara eropa bisa jatuh dalam krisis yang bekepanjangan seperti sekarang ini. Setelah sebelumnya dunia digoncangkan dengan krisis global yang berpangkal pada krisis subprime mortgage di Amerika Serikat. Ini tentu babak baru dalam krisis keuangan dan ekonomi global yang sudah berjalan tiga tahun belakangan.
Apa yang terjadi di Yunani, merambat cepat ke Irlandia, Portugal, Spanyol, Jerman, dan mungkin Italia, serta beberapa negara Eropa lainnya. Pertama kita bisa menemukan krisis utang Yunani. Padahal kita tahu negara ini merupakan salah satu pelopor munculnya peradaban barat dan merupakan tempat kelahiran dari demokrasi. Negara yang penduduknya berjumlah sekitar 11 juta jiwa merupakan negara dengan GDP sebesar $343 miliar yang merefleksikan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-27. Dengan menduduki peringkat ke-22 dalam standar hidup, Yunani dikategorikan sebagai negara maju (developed country). Pada tahun 1981, Yunani memutuskan untuk masuk ke dalam European Communities yang merupakan cikal bakal dari Uni Eropa.
Krisis zona euro sekarang satu langkah dari kejatuhan negara-negara maju ke dalam jurang resesi dan bahkan depresi, dengan gelombang kebangkrutan dan kehancuran kekayaan di Eropa (antaranews.com, 29/11/2011)
Secara keseluruhan, utang pemerintah yang tergabung dalam Eurozone jumlahnya hanya 85% dari total GDP dan relatif aman dari ancaman krisis. Yang menjadi permasalahan adalah adanya beberapa negara anggota yang tingkat pertumbuhan utangnya jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain di Eurozone. Berdasarkan data dari CIA World Fact Book, utang pemerintah Yunani berjumlah $405.7 miliar atau sekitar 125% dari GDP-nya. Angka ini jauh lebih tinggi dari rata-rata negara Uni Eropa. Jumlah tersebut tidaklah mengherankan jika kita melihat kondisi defisit fiskalnya. Diperkirakan pada akhir tahun 2009, pengeluaran Yunani adalah $145.2 miliar dengan total pendapatan hanya sekitar $108.7 miliar atau terjadi defisit fiskal sebesar $36.5 miliar (25.1%). Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, maka dalam satu dekade ke depan utang Yunani jumlahnya akan menjadi hampir dua kali lipat saat ini. Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata hanya sekitar 3% per tahun dan bahkan minus -1.9% di tahun 2009 (data World Economic Outlook IMF April 2010), besarnya utang ini sangat berpotensi menjadi malapetaka ketika tak mampu dibayar. (parahita.wordpress.com,24/05/2010)
Uni Eropa secara drastis memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara pengguna mata uang euro atau zona euro tahun 2012 dari 1,8% menjadi hanya 0,5%. Italia yang menghadapi krisis kembali menerbitkan surat utang baru dengan suku bunga 6.087% untuk satu tahun. Angka suku bunga ini naik drastis dari 3,57% pada Oktober lalu dan tercatat menjadi yang tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Sementara itu, rasio keuntungan pemegang surat utang 10 tahun Italia meningkat di atas 7%, yang merupakan rasio tertinggi sejak zona euro terbentuk. Angka ini menunjukkan bahwa jika Italia meminjam uang hari ini untuk dikembalikan 10 tahun mendatang maka negeri itu harus membayar bunga lebih dari 7%. Sebuah angka yang dianggap tak masuk akal oleh banyak analis ekonomi. Saat mengumumkan revisi pertumbuhan ekonomi, Komisi Eropa memperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan politik. Utang Italia tak akan beranjak dari 120,5% dari GDP tahun depan sebelum turun menjadi 118,7% dari GDP pada 2013. Komisi Eropa juga memperkirakan level utang Yunani akan meningkat menjadi 198,3% dari GDP tahun 2012. Oleh karenanya menurut Olli Rehn “Pertumbuhan ekonomi di Eropa macet dan muncul risiko terjadi resesi baru." (http://www.bbc.co.uk, 11/11/2011)
Salah satu penyebab utama dari krisis mata uang di zona euro adalah bahwa hampir semua negara yang terlibat melanggar peraturan mereka sendiri-sendiri. Berdasarkan kriteria konvergensi bagian dari kesatuan ekonomi dan moneter, utang pemerintah tidak boleh melebihi 60% dari PDB pada akhir tahun fiskal. Demikian pula, defisit tahunan pemerintah tidak boleh melebihi 3% dari PDB. Namun, sebagaimana peta menunjukkan, hanya dua dari 16 negara zona euro—Luksemburg dan Finlandia—tetap konsisten pada kedua aturan tersebut. Secara keseluruhan, Yunani adalah pelanggar terburuk, dengan utang sebesar 115,1% dari PDB dan defisit sebesar 13,6% dari PDB. Tetapi di antara negara Eropa besar lainnya, utang Italia bahkan lebih tinggi daripada Yunani, sementara defisit Spanyol adalah 11,2% dari PDB. Jika Inggris berada di zona euro, mereka juga akan jatuh, dengan utang yang sekarang ada dalam kisaran 68,1% dari PDB dan defisit sebesar 11,5% dari PDB. (eramuslim.com, 21/12/2010)
Pada bulan awal bulam Agustus 2011 di Inggris tepatnya di kawasan Tottenham terjadi kerusuhan massa yang dipicu oleh tewasnya Mark Duggan, pria berkulit hitam dikawasan tersebut. Para analis mengatakan kerusuhan di Tottenham bukan hanya disebabkan oleh kematian Duggan, namun merupakan dampak dari kesulitan ekonomi terutama di kalangan rakyat miskin. Penghematan untuk mengurangi hutang pemerintah Inggris mulai dirasakan dampaknya oleh rakyat kecil, seperti pengangguran tinggi dan pengurangan layanan publik. Tottenham merupakan tempat tinggal sejumlah minoritas etnis yang sering mengalami diskriminasi dan di sana kerap terjadi ketegangan etnis. Kegagalan sistem Kapitalisme telah menimbulkan frustasi sosial.
Dalam alam globalisasi, krisis eropa memiliki efek domino kenegara Asia dan China. Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad mengungkapkan, Memasuki 2012 Indonesia sebaiknya sudah menyiapkan langkah antisipatif untuk menangkal imbas krisis utang zona euro karena Bank Indonesia (BI) memperkirakan krisis itu masih akan berlanjut hingga tahun depan . (antaranews.com, 23/11/2011)
Senada juga disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Slamet Sutomo , menyatakan bahwa Ia mengatakan krisis global berpengaruh terhadap sejumlah komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi, seperti ekspor dan impor. Ekspor pada triwulan III-2011 tercatat tumbuh 5,2 persen dari Rp300,2 triliun menjadi Rp 315,8 triliun. Dibandingkan dengan triwulan II, pertumbuhan tersebut menurun sebesar 7,2 persen.
Kondisi serupa terjadi terhadap impor. Pada triwulan II, impor tumbuh 6,5 persen, sedangkan pada triwulan III pertumbuhannya melambat menjadi hanya 2,4 persen. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2011 tercatat sebesar 3,5 persen dibandingkan kuartal II-2011 (quarter to quarter) atau mencapai 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year). (antaranews.com, 23/11/2011)
Menurut Herdi Ranuwibowo seorang Head of Debt Capital Markets PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa Ketidakpastian akibat krisis utang yang terjadi di Eropa diprediksi akan berdampak pada pasar obligasi Indonesia, seperti terjadinya arus dana keluar (capital outflow). Dominasi investor asing yang tinggi pada obligasi Indonesia saat ini, maka jika terjadi outflow, hal itu akan menyebabkan penurunan harga obligasi dan peningkatan imbal hasil atau "yield".(antaranews.com, 29/11/2011)
Indonesia bisa dihantam krisis ekonomi sedahsyat yang pernah dialami negeri ini tahun 1997, akibat krisis utang di Eropa dan Amerika Serikat. Jumlah aliran dana asing alias hot money yang beredar di Indonesia lima kali lipat dibandingkan tahun 1997. Pengetatan likuiditas di negara-negara Eropa, sebagai obat krisis utang beberapa negara anggota Uni Eropa, bisa membuat hot money di Indonesia ditarik keluar. Ekspor yang terus mengalami pelambatan akibat krisis di Eropa dan Amerika Serikat juga bakal menekan nilai tukar rupiah. Pada gilirannya, krisis utang di Eropa bakal berimbas pada perekonomian Indonesia. (kompas.com, 15/11/2011).
Menurut Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli menunjukkan, sinyal krisis sebetulnya sudah mulai terasa. “Pelan-pelan ekspor Indonesia sudah mulai melambat, dan itu juga terjadi di negara lain. China saja yang hebat sudah mulai slow down karena dua raksasa ekonomi, Eropa dan Amerika, mengalami pelambatan,” ujarnya.
Dampak krisis utang di Eropa, menurut Rizal, bisa terlihat dari dua hal. Dampaknya melalui dua mekanisme. “Satu, mekanisme ekspor. Ekspor Indonesia mulai melambat 2012. Sayangnya impor kita naiknya tinggi terus. Akibatnya, surplus di neraca pembayaran dan transaksinya berjalan makin lama makin kecil. Itu akan memberi tekanan terhadap mata uang rupiah,” ungkap Rizal.
Kedua, menurutnya, melalui mekanisme finansial. “Karena krisis, Eropa sedang mengetatkan likuiditas dan sektor moneternya. Dengan begitu, mereka mau tidak mau menarik investasi di portofolio mereka di Indonesia,” ucapnya. (kompas.com, 15/11/2011)
Krisis Eropa juga berpengaruh ke rumah tangga di di Cina. Menggelitik memang, bagaimana kehidupan 10 rumah tangga di China dipengaruhi debat politik dua partai di Athena —yang berjarak 7.629 kilometer atau sembilan kali jarak Jakarta-Surabaya— tentang perlu tidaknya menerima dana talangan IMF? Sebagaimana Reuters (2/11) melaporkan, perusahaan Dongguan Jincai Real Co di China memecat 10 pekerjanya karena perusahaan yang mengekspor telepon genggam dan aksesoris komputer tersebut kehilangan pasar di Eropa. Ekonomi China sangat bergantung dari ekspor, yang pada 2010 memberi kontribusi 61 persen dari total produk domestik bruto (PDB). Bandingkan dengan konsumen dalam negeri di Amerika Serikat yang menyumbang 70 persen PDB pada periode sama. Ke Eropa yang kini tengah krisis sangat serius, nilai ekspor China dengan penduduk 1,3 miliar jiwa itu mencapai 236,28 miliar dolar AS pada 2010. Jumlah yang sangat fantastis! Ekspor China sejak krisis zona Eropa terjadi --pasar terbesar mereka-- menurun 19,4 persen. Menurut situs The Guardian, China bisa kehilangan pasarnya secara habis-habisan jika Yunani gagal bayar hutang, yang berimplikasi pada kejatuhan ekonomi seluruh negara bermata uang Euro. Sementara China, yang memiliki cadangan devisa senilai 3,2 triliun dolar Amerika Serikat, diminta Uni Eropa memberi bantuan senilai 50-100 miliar dolar AS untuk melengkapi paket 1 triliun euro yang dibutuhkan Yunani. (antaranews.com.7/11/2011)
Krisis AS
Telah kita ketahui saat ini Amerika Serikat sedang berada di ambang kehancuran financial sebagai imbas dari krisis ekonomi. Trauma akan krisis ekonomi di tahun 1929 yang sering disebut Great Depression kembali menghantui. Pada saat itu dampak krisis itu menasional bagi rakyat Amerika Serikat, seperti kesulitan keuangan karena lapangan pekerjaan sedikit hingga kelaparan.
Seperti mengulang kejadian Great Depression, dimana saat ini banyak saham-saham yang menjadi maskot Wall Street berguguran. Apalagi perusahaan sekelas Lehman brothers dan Washington Mutual menyatakan kebangkrutan. Belum lagi raksasa Asuransi AIG, sahamnya turun hingga 50 persen.
Roger Altman, seorang mantan Wakil Sekretaris Kementrian Keuangan, menulis pada Majalah Foreign Affairs edisi Januari/Februari 2009 yang mengakui, bahwa model pasar bebas Kapitalisme gaya Amerika pada saat ini sedang berada di bawah awan yang sangat kelabu dan Washington maupun pemerintahan di Eropa tidak memiliki sumberdaya maupun kredibilitas ekonomi yang bisa dimainkan dalam tingkat global yang seharusnya mereka lakukan.
Krisis tersebut telah memaksa raksasa otomotif Chrysler, Ford, dan General Motors sekarat. Chrysler beberapa waktu lalu telah mengumumkan penutupan manufakturingnya di seluruh Amerika Utara. Ford pada bulan Januari lalu sudah menghentikan aktivitas 10 cabang pabriknya di AS. General Motors dan Chrysler pada awal Februari ini menawarkan pensiun dini kepada 91 ribu karyawannya. Hal serupa juga menimpa raksasa retail Circuit City, Linens’n Thing dan Sharper Image. Pada akhir Januari lalu, Circuit City telah mengumumkan kebangkrutannya dengan menutup cabangnya di 567 lokasi di AS dan akan merumahkan karyawannya sekitar 30 ribu orang.
Efek dari krisis ekonomi dan finansial di USA telah merambat ke negara-negara di Asia dan Eropa. Banyak negara yang memberikan suntikan dana kepada lembaga keuangan supaya tidak tergerus arus krisis Ekonomi yang berasal dari Amerika Serikat.
Kondisi tersebut terus memicu laju tingkat pengangguran di AS. Padahal sebelum krisis pun tingkat pengangguran di AS sudah cukup tinggi. Pada Tahun 2009 saja total 12,5 juta orang menganggur di Amerika Serikat. Begietupula terjadi rasionalisasi karyawan disejumlah besar sector sektor, dan hanya pemerintah, sektor layanan pendidikan dan kesehatan menambah staff. Di sektor manufaktur, 168.000 PHK terjadi sepanjang bulan, sedangkan 104.000 PHK di konstruksi dan 375.000 di sektor jasa. Di antara perusahaan yang mengumumkan PHK besar-besaran bulan Feburari adalah Goodyear, Estee Lauder, Macy’s dan General Motors. (BBC Online, 06/03/09).
Bank negara terbesar di Amerika Serikat, Bank of America, juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 40 ribu karyawan dari total 300 ribu pegawai yang dimilikinya. PHK paling banyak akan menimpa divisi operasi consumer banking. Langkah itu dilakukan karena kondisi perekonomian di negara adidaya itu yang terus merosot. Lesunya bisnis perbankan juga telah membuat harga saham Bank of America terpangkas hingga setengahnya sejak pertengahan Januari lalu. Pemangkasan pegawai diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan di bank yang memiliki 58 juta nasabah itu.(Tempo.co.12/10/2011)
Kebijakan Luar negeri Amerika yang super bar-bar dan sangat mengobral perang terutama kepada Irak dan Afghanistan menjadi andil besar menyedot anggaran Negara yang sangat fantastis. Pada tahun ini saja Obama sudah Collapse $ 3 triliun di Irak dan Afghanistan.
Pada Bulan September lalu Ribuan peserta aksi demo anti keserakahan korporasi menutup salah satu pelabuhan tersibuk di AS yaitu Pelabuhan Oakland. Aksi itu dikenal dengan Aksi Occupy Oakland. Insiden itu segera menyulut kemarahan warga Oakland, yang terletak di Teluk San Francisco, hingga mereka bergabung dengan gerakan nasional Occupy Wall Street yang kemudian juga menular ke berbagai kota lain di seluruh AS. Occupy Wall Street terjadi dijantung kota Amerika yang kemudian menjalar keseluruh dunia. Berawal dari demonstrasi yang dilakukan di Wall Street, Washington DC, kemarahan terhadap kapitalisme muncul dimana-mana.
Gerakan massa ini digelar untuk memprotes penggunaan kekuatan yang berlebihan dan perlakuan tidak adil terhadap kaum minoritas, termasuk kalangan muslim. Perkara lainnya adalah penyitaan rumah, angka pengangguran yang tinggi, dan kebijakan bailout pada 2008. (Tempo.co.03/10/11)
Occupy Wall Street, cerminan kemarahan dan kebencian massif terhadap kapitalisme global. Mereka mengecam bankir, pelaku sektor finansial plus politisi yang menjadi aktor kapitalisme global yang menyebabkan kemiskinan dan penderitaan rakyat di dunia. Kapitalisme dikecak sebagai ideologi kriminal yang rakus, menindas, dan melakukan ketidakadilan sistematis.
Mereka marah terhadap sikap pemerintah Amerika yang lebih memihak kepada pemilik modal. Kompas (Rabu, 12 Oktober 2011) menyebutkan dosa-dosa korporasi ini. Saat krisi di Amerika tahun 2008, pemerintah mengucurkan dana yang besar untuk perusahan-perusahan besar seperti AIG perusahan asuransi raksasa. Dari pajak, pemerintah AS mengucurkan dana sebesar 170 miliar dolar. Ternyata kinerja AIG terpuruk karena memegang obligasi beragun aset KPR (mortgage). Obligasi itu ternyata kertas belaka yang membuat keuangan AIG berdarah-darah. Setelah mendapatkan dana talangan, manajemen AIG justru melanjutkan tradisi bagi-bagi bonus seperti tidak terjadi sesuatu apa pun. Dana sebesar 165 juta dollar dibagikan untuk membayar bonus para eksekutif yang jelas-jelas tidak memimpin dan malah menjebloskan perusahaan.
Seorang ekonom pemenang hadiah Nobel bernama Joseph Stiglitz pada bulan Mei tahun ini menulis sebuah artikel untuk mengkritik keadaan umum politik dan ekonomi di Amerika. Dia menamakannya dengan “dari 1%, oleh 1%, untuk 1%”. Ia dengan tepat mempermainkan deskripsi terkenal oleh Abraham Lincoln tentang demokrasi Amerika sebagai pemerintahan “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat” yang menggambarkan realitas sistem politik di Amerika Serikat. (www.vanityfair.com/society/features/2011/05/top-one-percent-201105).
Singkatnya, kritik Stiglitz, proses politik “demokrasi” di Amerika sepenuhnya dikendalikan hanya oleh sekelompok kecil orang, yakni 1% dari orang-orang superkaya, yang menggunakan pengaruh politik mereka untuk memastikan bahwa ekonomi Amerika diatur sedemikian rupa sehingga mereka merupakan penerima manfaat yang utama.
Rasanya sangat sulit membayangkan Amerika akan mampu bangkit seperti sediakala, yang ada hanyalah menunggu detik-detik ajalnya. Sampai Mei 2011 lalu, tercatat utang Amerika sebesar US $ 14,3 triliun. Dimana sebesar US $ 9,78 triliun utang kepada publik, dan sisanya s ebesar US $ 4,56 triliun dari kepemilikan intregovermental.( tempo.co,08/09/2011)
Bahkan situs www.usgovernmentspending.com memperkirakan akhir tahun ini utang Amerika sudah menyentuh US $ 15 triliun. Padahal, produk domestik bruto (PDB)-nya tahun 2010 hanya US $ 14,7 triliun, dan pada 2011 sebesar US $ 15, 001 triliun. Artinya, rasio utang dengan PDB Sudah menyentuh angka 96 persen. Saat krisis global 2008, rasio utang dengan PDB Amerika baru mencapai 69 persen.
Sejak tahun anggaran 2003 Utang Bruto meningkat lebih dari US $ 500 milyar setiap tahun. Kenaikan itu terus meningkat. Mulai 2008 utang naik US $ 1 triliun dari 2007. Dan 2010 naik US $ 1,7 triliun dari 2009.
Meningkatnya utang Amerika salah satunya disebabkan oleh bertambahnya belanja negara. Data Departemen Keuangan Amerika Serikat menunjukan, selama tahun fiskal 2010, kupon bunga yang harus dibayar kepada kreditor sebesar US $ 414 miliar. Tahun sebelumnya kupon yang dibayarkan sebesar 383 miliar dollar AS.
Imbal hasil pembayaran bunga utang menjadi pengeluaran terbesar kelimaa dalam anggaran negara. Tiga pengeluaran teratas lainnya, untuk pertahanan dan keamanan sebesar US 890 miliar, jaminan sosial US $ 730 miliar, dan jaminan kesehatan US $ 490 miliar.
Pengeluaran Amerika semakian bertambah, karena pembeli obligasi meminta imbalan suku bunga tinggi. Kantor manajemen Anggaran mencatat, defisit anggaran untuk tahun fiskal 2011 sebesar US $ 1,3 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya US $ 1,17 triliun.
Namun jumlah itu lebih kecil dibandingkan 2009 dimana defisit mencapai 1,7 triliun. Penyebabnya karena tahun 2009 pemerintah mengeliarkan paket stimulus senilai US $ 800 miliar untuk sektor pertahanan dan keamanan. Kebijakan keringanan pajak juga memangkas pendapatan negara dan menambah defisit anggaran.
Pemerintah Federal harus berjuang untuk mendapatkan persetujuan Senat agar menaikkan plafond utang. Seluruh jatah utang yang didapat Amerika sebesar US $ 14,3 triliun telah terkuras pada 16 Mei lalu. Padahal 2011 masih menyisakan 5 bulan lagi, dan pemerintah masih punya kewajiban membayar gaji pegawai, jaminan sosial, dan imbal hasil obligasi. Presiden Barack Obama dihadapkan pada pilihan sulit. Jika gaji pegawai tidak dibayar, mereka akan marah dan tidak akan memilih dia pada pemilu 2012 nanti. Jika kupon obligasi tidak dibayar, AS akan gagal bayar, peringkat AAA juga lepas dari tangan. Risiko gagal bayar akan berdampak luas pada perekonimian global.
Nah, melihat kondisi kritis ini Obama mencoba untuk keluar dari himpitan resesi ekonominya salah satunya dengan mengembangkan pasarnya ke wilayah asia-pasifik. Oleh karena kita bisa membaca bahwa demi meraup kepentingan negaranya Obama bersedia menghabiskan dana lawatannya (hampir mencapai 500 Milyar Rupiah) pada KTT Asean ke 19 dan East Asean Summit (EAS) di Nusa Dua bali November 17-19 November 2011.
Obama dalam pidato pembukaan pertemuan negara-negara ASEAN di Nusa Dua, Bali, Jumat 18 November 2011 menyatakan AS akan berfokus pada kawasan ini setelah satu dekade bergelut dengan perang di kawasan Irak dan Afganistan (tempo.co,19/11/2011). Obama meyakinkan negara-negara Asia lainnya bahwa Amerika Serikat berkomitmen terlibat dalam isu-isu ekonomi dan keamanan nasional. Harian New York Times (18/11/2011) menulis bahwa kunjungan Obama ke kawasan ini, antara lain, untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di Amerika Serikat.
Dan terbukti benar, dalam pertemuan itu, Presiden Obama menyaksikan penandatanganan perjanjian Boeing Co dan Lion Air untuk pembelian pesawat senilai US$21,7 miliar di sela-sela KTT Asia Timur di Bali (18/11). Pembelian 230 pesawat Boeing 737 senilai Rp195,2 triliun ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Boeing. Perjanjian ini menurut Obama akan melahirkan banyak kesempatan kerja baru bagi warga AS. "Dan apa yang kita lihat di sini, kesepakatan bernilai miliaran dolar antara Lion Air, salah satu maskapai penerbangan dengan pertumbuhan tercepat tidak hanya di wilayah ini, namun di dunia, dan Boeing, akan menciptakan lebih dari 100.000 lapangan kerja di Amerika Serikat untuk jangka waktu panjang.''(bbc.co.uk/Indonesia,18/11/2011).
Kapitalisme: Biang Krisis Dunia
Ekonomi dunia selama 60 tahun terakhir berada di bawah kendali Amerika. Karena itu, seseorang tidak dapat menyebut kesuksesan Kapitalisme tanpa menerima bahwa krisis yang terjadi pada saat ini adalah karena kapitalisme. Sayangnya, alih-alih mengakui bahwa kebangkrutan yang terjadi adalah karena sistem Kapitalisme, para politisi saat ini, termasuk Obama, malah mencari obat dan perban luka. Mereka menyalahkan krisis ini pada ketidakbecusan untuk mengatur dan tidak adanya rasa tanggung jawab Wall Street, tetapi mereka tidak menyelesaikan masalah fundamental bahwa sistem Kapitalisme, walaupun ada beberapa keuntungannya, selalu menimbulkan ledakan-ledakan yang tidak dapat dipertahankan dan akhirnya menimbulkan dentuman yang hebat.
Hal ini menyisakan kenyataan, bahwa pelayanan keuangan Amerika, termasuk pasar derivatifnya—ketamakan, kredit ribawi, globalisasi, dan pemberlakuan uang lembaran kertas yang lemah (Amerika memimpin dunia untuk meninggalkan standar emas sejak tahun 1977)— adalah pilar-pilar utama dari masalah ini dan prinsip-prinsip dasar Kapitalisme.
Berdasarkan semua itu, Uni Eropa dan Amerika sedang berada di bawah tekanan krisis finansial dan krisi ekonomi disebabkan oleh sistem kapitalisme. Keduanya berada di bawah ancaman kejatuhan dan bubar disebabkan krisis-krisis yang terus menerus ini yang jika terjadi suatu tempat maka tidak hanya menimpa penduduk tempat itu saja, akan tetapi keburukannya meluas mencakup seluruh dunia disebabkan keterkaitan seluruh dunia secara global sebagai sebuah jalinan sistem kapitalisme.
Kepahitan itu harus berbuah pada pengunduran diri sore perdana menteri Italia Silvio Berluscony pada tanggal 12/11/2011. Sementara tiga hari sebelumnya tepatnya pada sore tanggal 9/11/2011, Perdana Menteri Yunani, George Papandreou, juga mengumumkan pengunduran diri. Keduanya mengundurkan diri disebabkan krisis fiansial dan ekonomi yang melanda Italia dan Yunani, terutama krisis utang.
Krisis akibat kapitalisme merupakan siklus rutin. Setidaknya ada tiga hal yang menjadi sumber krisis tersebut yaitu: sektor finansial yang berbasis ribawi, model perseroan terbatas yang bergantung pada saham yang dipasarkan di bursa yang spekulatif, dan mata uang kertas yang dapat dicetak dengan mudah sehingga mendorong terjadinya inflasi. Berbagai paket reformasi keuangan diterapkan guna menata sistem tersebut. Namun, tetap saja tak mampu menahan sistem ini dari krisis. Demikian pula kemampuan AS sebagai raksasa ekonomi saat ini untuk menyangga perekenomiannya dengan mencetak dolar dan berutang, makin mencemaskan banyak pihak.
Sistem kapitalisme telah menjerumuskan manusia dibawah tekanan krisis-krisisnya dan menjadi sangat menderita karena dampak-dampak dari berbagai krisis tersebut. Sistem ini tidak mungkin diperbaiki dari dalamnya. Sebab asasnya rusak. Dari sistem kapitalisme ini tidak mungkin keluar perekonomian yang baik/sehat. Jadi perekonomian yang baik/sehat itu harus dicari dari luar sistem ini. Bahkan wajib dicari sistem sahih yang bersandar kepada akidah yang sahih yang sesuai dengan fitrah manusia.
Peluang Emas
Sesungguhnya peristiwa politik semacam ini sangatlah penting untuk kita cermati dan kita rekam jejaknya dalam memori agenda politik kita. Ada satu hal yang membedakan antara kita dengan para pengamat politik lainnya adalah factor kesadaran politik (al wa’yu as siyasi), kesadaran politik akan mengantarkan kepada kita kepada pandangan yang universal dalam satu pandang yang khas.
Pertama, Krisis Eropa dan AS harus mampu kita maknai dalam konteks ideology bukan semata teknis ekonomi. Siklus krisis yang terjadi secara periodik menujukkan gejala penyakit sesungguhnya yang didera oleh Negara kapitalisme. Oleh sebab itu, dalam kacamata pengemban risalah ilahi seharusnya ini kita jadikan ini sebagai peluang emas untuk membuka mata dan telinga para pengekor ideology ‘hewan’ ini agar tersadar bahwa ternyata akar masalah yang merusak tatanan peradaban dunia khususnya perekonomian adalah kapitalisme. Kemampuan kita dalam mencabut loyalitas dan harapan terhadap kapitalisme beserta derivasinya sangatlah penting dan mendesak. Kapitalisme sudah tidak bisa diandalkan lagi membawa umat manusia kepada kesejahteraan dan kemuliaan. Secara historis dan empiris menurut timbangan akademisi sudah tidak bisa terbantahkan. Sampai-sampai penolakan itu pada tataran yang mendasar yakni menyentuh Aqidahnya. Sungguh naïf bila, fakta-fakta kerusakan yang sudah terpapar nyata didepan mata masih juga dielakkan.
Kedua, kita memiliki posisi strategis untuk menujukkan dunia pada sebuah sistem pengganti dari sistem ideologi yang telah rusak dan usang tersebut. Selanjutnya mampu mempresentasikan islam ideologi keranah publik dalam segala konsepsinya secara komprehensif.
Sekali lagi ini moment berharga, setelah sebelumnya kita menyaksikan juga berbagai rezim yang mengekor kepada Barat Kapitalisme juga berguguran, bak daun dimusin gugur. Gelombang perubahan yang melanda beberapa negara Timur Tengah, mulai Tunisia, Mesir, Libya, dan juga kerusuhan di London Inggris, Occupy Movement, setidaknya telah menyadarkan kepada kita bahwasanya; (1) tidak ada satu pun rejim yang tidak bisa ditumbangkan, sekuat apapun rejim itu; (2) begitu pula ‘sehebat’ apapun ideology itu apabila asasnya adalah rusak pasti akan mengalami kehancuran (3) umat adalah pemilik sejati kekuasaan dan sandaran hakiki sebuah kekuasaan. Kelihatan nyata para pemeluk kapitalis sendiri sudah merasa jijik dengan wajah asli kapitalisme. Mereka merindukan perubahan dan sistem yang tepat bagi manusia.
Mari kita jadikan krisis ini menjadi satu langkah menuju tegaknya Khilafah Islamiyah. Sesungguhnya dunia memerlukan sistem yang sahih baik asas maupun cabang-cabangnya. Ini tidak ada kecuali di dalam sistem yang ditetapkan oleh sang Pencipta alam, Rabb semesta alam yang mengetahui apa yang layak untuk makhluk-makhluk-Nya dan apa yang membuat mereka hidup dengan kehidupan perekonomian yang tenteram dan merubah sistem yang melanggengkan manusia terguncang dan menderita.
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿١٢٣﴾ وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا
Maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (QS Thaha [20]: 123-124)
Sesungguhnya, umat tidak akan bergerak, jika tidak digerakkan. Umat juga tidak akan mengetahui apa yang seharusnya ia tuntut, jika tidak diberi tahu apa yang seharusnya mereka tuntut. Umat juga tidak akan menyadari kerusakan masyarakatnya, kecuali disadarkan atas kerusakan masyarakatnya. Bahkan, umat tidak akan “berani” menuntut perubahan, kecuali ada orang yang mampu memimpin dan mengorganisir mereka. Dalam setiap keadaan, umat senantiasa membutuhkan kelompok sadar yang secara terus menerus membimbing dan memimpin mereka. Dan kelompok itu adalah kita.
Wallahu’alam Bishowwab
Baca Selengkapnya..
Tuesday, 22 November 2011
Murotal Surat Ar-Rahman (Ust. Yusuf Mansyur)
Hiasi pendengaran kita dengan lantunan Al-Qur'an, niscaya hati akan tenang.. terbuai dalam keindahannya..
Semoga menjadi amal sholeh beliau (Ust. Yusuf Mansyur)
Download Ar-Rahman 1
Download Ar-Rahman 2 Baca Selengkapnya..
Semoga menjadi amal sholeh beliau (Ust. Yusuf Mansyur)
Download Ar-Rahman 1
Download Ar-Rahman 2 Baca Selengkapnya..
Saturday, 19 November 2011
Presentasi : Pemuda, Perubahan dan Dakwah
Hmm...masa muda, Yach..masa yang sangat istimewa. Sejuta warna, terbentang luas. Makanya sangat sayang bila masa muda terlewat tanpa makna.
Berikut materi presentasi yang disajikan di acara MABID di BDM Al-Hikmah Universitas Negeri Malang menyongsong Konggres Mahasiswa Pejuang Khilafah..Semoga bermanfaat..Wahai Pemuda Goncangkan Dunia dengan Islam!! Download Baca Selengkapnya..
Berikut materi presentasi yang disajikan di acara MABID di BDM Al-Hikmah Universitas Negeri Malang menyongsong Konggres Mahasiswa Pejuang Khilafah..Semoga bermanfaat..Wahai Pemuda Goncangkan Dunia dengan Islam!! Download Baca Selengkapnya..
Wednesday, 9 November 2011
Apakah Hukum Jahiliyah yang Kita Inginkan?
Oleh : Mush’ab Abdurrahman
Acap kali bila mendengar kata jahiliyah maka kita akan dibawa kepada suatu penjelajahan ruang waktu disebuah negara arab sebelum nabi Muhammad SAW diutus sebagai Rasul. Penelusuran literatur sejarah arab atau didalam sirah Nabawiyah, menujukkan para penulis tidak pernah melewatkan peneropongannya tentang kondisi masyarakat arab sebelum diutusnya Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul. Pakar sejarah menyebut kurun waktu tersebut adalah masa jahiliyah. Disebut demikian dikarenakan kehidupan masyarakat saat itu sangat jauh dari peradaban yang manusiawi. Salah satu contohnya adalah tradisi membunuh dan mengubur hidup-hidup bayi yang berjenis kelamin perempuan yang lahir. Begitupula mengenai kebiasaan perkawinan masa itu. Salah satu tradisi yang bisa ditemukan adalah seorang wanita boleh digauli sejumlah laki-laki yang diinginkannya. Apabila setelah si wanita tersebut hamil, maka ia akan memanggil laki-laki yang sebelumnya pernah menggaulinya dan si wanita bisa langsung memilih satu diantara laki-laki tersebut untuk dinikahi. Tidak kalah serunya mereka adalah kaum yang sangat hobby berperang diantara suku-suku yang ada (Lihat QS Al-Maidah : 103).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online ternyata kata jahiliyah adalah kata dasarnya yaitu “Jahil” yang diartikan sebagai bodoh; tidak tahu. Dalam bahasa arab kata jahiliyah memiliki akar kata dari “Jahala” yang maknanya bodoh atau tidak mengetahui. Bila sekarang ada anak yang tidak bisa berhitung dan membaca maka pasti kita katakan anak tersebut bodoh. Begitu juga kalau diera teknologi ini masih buta terhadap internet bisa jadi kita menyebutnya juga dengan bodoh/tidak tahu karena ia dianggap ‘gagap’ teknologi.
Namun semesta pembicaraan kita dalam tulisan ini, tentang jahiliyah bukan berarti bodoh secara pengetahuan. Jahiliyah yang oleh sementara orang diidentikkan dengan waktu dimasa sebelum diutusnya Rasulullah saw sangatlah tidaklah tepat bila dimaknai dengan masa kebodohan. Buktinya banyak ahli sejarah membahas karakeristik masyarakat arab para kenabian Muhammad saw. Bangsa arab bukanlah bangsa bodoh yang tidak berilmu pengetahuan. Muhammad Rawas Qol’ahji dalam kitab sirahnya Qira’ah Siyasah li Sirah Nabawiyah menyatakan bahwa bangsa arab adalah bangsa yang unik dan khas. Paling menonjol di bangsa arab adalah keungggulan dari segi kebahasaannya. Mereka terkenal dalam kepiawaian dan penguasaan ketinggian sastra arab. Banyak orang arab saat itu yang terkenal sebagai ahli sastra arab. Karakter dan keunggulan bahasa arab ini yang tidak ditemui oleh bangsa-bangsa lain. Oleh karenanya sangat beralasan kenapa Allah swt menjadikan bahasa Al-Qur’an menggunakan bahasa arab.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (TQS. Yusuf [12]: 2)
Begitupula kenapa ketika Allah swt menguji keimanan orang-orang kafir saat itu terhadap Al-Qur’an dengan kemampuan bahasa yang mereka kuasai, walaupun mereka [pasti] tidak akan mampu selama-lamanya mengungguli bahasa Al-qur’an. Namun bentuk tantangan mereka terhadap bahasa yang mereka gunakan menjadi pertanda bahwa tradisi kebahasaan yang mereka kuasai. Dimana hal tersebut menjadi titik pembeda antara bangsa arab dengan bangsa yang lain pada masanya.
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.(QS. Al-Baqarah[2]:23)
Jahiliyah : Bisa Kapan Saja
Penjelasan diatas, memastikan bahwa makna jahiliyah yang dimaksud bukanlah dimaknai secara bahasa akan tetapi lebih pada aspek istilah. Bukan pula jahiliyah menujuk pada suatu masa pada bangsa arab pra kenabian Muhammad saw. Jahiliyah adalah sebuah tata kehidupan masyarakat yang tidak menggunakan hukum yang datangnya dari Allah swt .Bila pemahamannya demikian maka, jahiliyah bisa berlangsung pada masa lalu, sekarang dan akan datang.
Ketika para ahli sejarah mengistilahkan masa sebelum kenabian Muhammad saw dinamai sebagai masa jahiliyah , karena menggambarkan situasi sosio kultural masyarakat saat tradisi dan sistem hukum yang berlaku untuk mengatur kehidupan masyarakat bangsa arab saat itu sangat jauh dari peradaban agung yang dibangun atas syariat islam yang dibawa Nabi Muhammad saw berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menjadi ukurannya adalah risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Karena ketika pasca Rasulullah Muhammad saw diutus membawa risalah islam dan sukses menyebarkan islam dijazirah arab maka berhasil menyulap wajah buruk masyarakat jahiliyah arab menjadi masyarakat yang mulia dan beradab. Seluruh tradisi jahiliyah lenyap secara sekejab berubah total menjadi suasana kehidupan yang islami. Keadaan itu mulai memuncak ketika Rasulullah saw berhasil mendirikan daulah islam pertama di Madinah sebagai pusat kekuatan islam pertama didunia dalam kurun waktu 13 tahun, bangsa arab langsung menjelma menjadi raksasa dunia yang sangat diperhitungkan bagi imperium negara besar saat itu yakni Roma dan Persia.
Kunci keberhasilan perubahan kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan masyarakat islam adalah sistem aturan yang dipakai untuk mengatur masyarakat. Penyematan istilah jahiliyah menujukkan bahwa aturan sistem hukumnya bukan hukum islam. Al-qur’an dan As-sunnah menjadi undang-undang yang hidup ditengah-tengah mereka. Oleh karenya bangsa arab yang sebelumnya suram dan gelap (darknes), akhirnya menjadi berkilau setelah mendapat siraman mata air berupa syariah islam. Kalau sebelumnya orang –orang arab berkehidupan buruk, maka setelah Rasulullah saw mengangkat derajat mereka dengan Al-Qur’an dan As-sunnah maka lahirlah mereka menjadi sosok pribadi yang agung, tangguh, harum dan sekian banyak diantaranya para shahabat Nabi yang kemuliaanya diabadaikan oleh Allah swt didalam Al-Qur’an.
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.(QS. Az-Zumar[39]:18)
Jahiliyah [kapitalisme,Sosialisme] : Sistem Bodoh
Al-Qur’an memaknai jahiliyah melaui firmaNya;
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللّهِ حُكْماً لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?(TQS. Al-Maidah [5]:50)
Konteks makna jahiliyah ayat diatas menujukkan sebuah sistem hukum, tidak bisa diartikan suatu masa tertentu. Melalui uslub bahasa ayat diatas dengan sebuah kalimat pertanyaan –yang sebenarnya tidak perlu dijawab, karena jawabannya sudah pasti tahu- Allah swt ingin mengingatkan kepada seluruh manusia bahwa tidak ada sistem hukum (aturan) yang lebih baik kecuali hukum Allah bagi orang yang berakal.
Di sejumlah ayat di Al-qur’an juga menggunakan frasa jahiliyyah untuk memperlihatkan dan membuktikan tentang tindakan yang jauh dari hukum Allah swt sebagai tindakan jahiliyah. Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Imran:154, Surat Al-Ahzab:33 dan Surat Al-Fath : 26.
Berarti hukum yang datangnya bukan dari Allah swt baik itu kapitalisme sekuler yang melahirkan demokrasi ataupun sosialisme yang melahirkan komunisme semuanya adalah hukum jahiliyah alias hukum bodoh walaupun sekarang dipuja-puja oleh sebuah peradaban yang modern seperti sekarang ini dan didukung oleh orang-orang yang bergelar pendidikan sangat tinggi.
Bila ditinjau secara radikal (mendasar) kapitalisme dan sosialisme adalah dua ideologi yang sudah cacat sejak lahir . Secara historis dan empiris, implementasinya juga terbukti gagal membawa peradaban manusia yang agung dan sejahtera. Kini pada saat umat manusia terbelenggu oleh sistem demokrasi yang dihasilkan dari kapitalisme sekuler serasa kita dibawa pada kehidupan jahiliyah, walaupun kita sekarang hidup dijaman ilmu pengetahuan dan teknologi yang super canggih. Apalah artinya hidup bergelimangan kemudahan namun bobrok oleh rusaknya sistem jahiliyah.
Bagi seorang muslim ketundukan pada syari’ah islam adalah harga mati yang merupakan bukti keimanannya pada Allah swt dan RasulNya.
Allah swt berfirman:
فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.(QS. An-Nisa’[4]:65)
Imam Ibnu Katsir, Tafsiir Al-Quran Al-’Adziim, Juz 2/349 memberikan tafsiran ayat tersebut sebagai berikut:
وقوله: { فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ } يقسم تعالى بنفسه الكريمة المقدسة: أنه لا يؤمن أحد حتى يُحَكم الرسول صلى الله عليه وسلم في جميع الأمور، فما حكم به فهو الحق الذي يجب الانقياد له باطنا وظاهرا؛ ولهذا قال: { ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا } أي: إذا حكموك يطيعونك في بواطنهم فلا يجدون في أنفسهم حرجا مما حكمت به، وينقادون له في الظاهر والباطن فيسلمون لذلك تسليما كليا من غير ممانعة ولا مدافعة ولا منازعة، كما ورد في الحديث: "والذي نفسي بيده لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به".
”Adapun firmanNya: { fa laa wa rabbika laa yu’minuuna hatta yuhakkimuuka fiimaa syajara bainahum}, artinya, ”Allah swt bersumpah dengan mengatasnamakan DiriNya sendiri Yang Maha Mulia dan Maha Suci, sesungguhnya seseorang belumlah beriman secara sempurna hingga ia berhakim kepada Rasullah saw dalam seluruh perkara. Semua yang Rasulullah putuskan merupakan kebenaran yang wajib diikuti baik bathin maupun dzahir. Oleh karena itu, Allah swt berfirman: {tsumma laa yajiduu fii anfusihim harajan mimmaa qadlaita wa yusallimuu tasliimaa}: yakni, jika mereka telah berhakim kepadamu (Mohammad saw), mereka wajib mentaatimu (mentaati keputusan yang diambil Nabi saw) di dalam bathin-bathin mereka; dan mereka tidak mendapati perasaan ragu di dalam diri mereka atas apa yang telah kamu putuskan; dan lalu mengikutinya (keputusan Nabi saw tersebut) baik dzahir maupun bathin. Kemudian, mereka berserah diri kepada itu (keputusan Nabi saw), dengan penyerahan diri yang bersifat utuh, tanpa ada ganjalan sedikitpun, tanpa ada penolakan sedikitpun, dan tanpa ada penyelisihan sedikitpun; sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih, Nabi saw bersabda “Demi Dzat Yang jiwaku ada di tanganNya, sesungguhnya seseorang di antara kalian belumlah beriman hingga hawa nafsunya tunduk dengan apa yang aku bawa”. [Imam Ibnu Katsir, Tafsiir Al-Quran Al-’Adziim, Juz 2/349]
Khatimah
Manusia tanpa petunjuk syariat hakikatnya terjerumus dalam lubang kebodohan. Manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak tahu akan hal yang terbaik untuknya. Manusia dikarunia oleh Allah swt berupa akal berfungsi untuk menentukan pilihan terbaik dalam hidupnya. Hanya akal yang sehat dan cerdas yang tunduk kepada syariat islam. Karena ia akan tahu bahwa penciptanyalah yang Maha Tahu akan sesuatu yang terbaik untuk umat manusia. Oleh karena itu Allah swt mengutus Rasulullah saw untuk mengetaskan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang yaitu syariat islam. Lantas masihkah kita berharap pada sistem jahiliyah ini?
Baca Selengkapnya..
Acap kali bila mendengar kata jahiliyah maka kita akan dibawa kepada suatu penjelajahan ruang waktu disebuah negara arab sebelum nabi Muhammad SAW diutus sebagai Rasul. Penelusuran literatur sejarah arab atau didalam sirah Nabawiyah, menujukkan para penulis tidak pernah melewatkan peneropongannya tentang kondisi masyarakat arab sebelum diutusnya Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul. Pakar sejarah menyebut kurun waktu tersebut adalah masa jahiliyah. Disebut demikian dikarenakan kehidupan masyarakat saat itu sangat jauh dari peradaban yang manusiawi. Salah satu contohnya adalah tradisi membunuh dan mengubur hidup-hidup bayi yang berjenis kelamin perempuan yang lahir. Begitupula mengenai kebiasaan perkawinan masa itu. Salah satu tradisi yang bisa ditemukan adalah seorang wanita boleh digauli sejumlah laki-laki yang diinginkannya. Apabila setelah si wanita tersebut hamil, maka ia akan memanggil laki-laki yang sebelumnya pernah menggaulinya dan si wanita bisa langsung memilih satu diantara laki-laki tersebut untuk dinikahi. Tidak kalah serunya mereka adalah kaum yang sangat hobby berperang diantara suku-suku yang ada (Lihat QS Al-Maidah : 103).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online ternyata kata jahiliyah adalah kata dasarnya yaitu “Jahil” yang diartikan sebagai bodoh; tidak tahu. Dalam bahasa arab kata jahiliyah memiliki akar kata dari “Jahala” yang maknanya bodoh atau tidak mengetahui. Bila sekarang ada anak yang tidak bisa berhitung dan membaca maka pasti kita katakan anak tersebut bodoh. Begitu juga kalau diera teknologi ini masih buta terhadap internet bisa jadi kita menyebutnya juga dengan bodoh/tidak tahu karena ia dianggap ‘gagap’ teknologi.
Namun semesta pembicaraan kita dalam tulisan ini, tentang jahiliyah bukan berarti bodoh secara pengetahuan. Jahiliyah yang oleh sementara orang diidentikkan dengan waktu dimasa sebelum diutusnya Rasulullah saw sangatlah tidaklah tepat bila dimaknai dengan masa kebodohan. Buktinya banyak ahli sejarah membahas karakeristik masyarakat arab para kenabian Muhammad saw. Bangsa arab bukanlah bangsa bodoh yang tidak berilmu pengetahuan. Muhammad Rawas Qol’ahji dalam kitab sirahnya Qira’ah Siyasah li Sirah Nabawiyah menyatakan bahwa bangsa arab adalah bangsa yang unik dan khas. Paling menonjol di bangsa arab adalah keungggulan dari segi kebahasaannya. Mereka terkenal dalam kepiawaian dan penguasaan ketinggian sastra arab. Banyak orang arab saat itu yang terkenal sebagai ahli sastra arab. Karakter dan keunggulan bahasa arab ini yang tidak ditemui oleh bangsa-bangsa lain. Oleh karenanya sangat beralasan kenapa Allah swt menjadikan bahasa Al-Qur’an menggunakan bahasa arab.
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (TQS. Yusuf [12]: 2)
Begitupula kenapa ketika Allah swt menguji keimanan orang-orang kafir saat itu terhadap Al-Qur’an dengan kemampuan bahasa yang mereka kuasai, walaupun mereka [pasti] tidak akan mampu selama-lamanya mengungguli bahasa Al-qur’an. Namun bentuk tantangan mereka terhadap bahasa yang mereka gunakan menjadi pertanda bahwa tradisi kebahasaan yang mereka kuasai. Dimana hal tersebut menjadi titik pembeda antara bangsa arab dengan bangsa yang lain pada masanya.
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.(QS. Al-Baqarah[2]:23)
Jahiliyah : Bisa Kapan Saja
Penjelasan diatas, memastikan bahwa makna jahiliyah yang dimaksud bukanlah dimaknai secara bahasa akan tetapi lebih pada aspek istilah. Bukan pula jahiliyah menujuk pada suatu masa pada bangsa arab pra kenabian Muhammad saw. Jahiliyah adalah sebuah tata kehidupan masyarakat yang tidak menggunakan hukum yang datangnya dari Allah swt .Bila pemahamannya demikian maka, jahiliyah bisa berlangsung pada masa lalu, sekarang dan akan datang.
Ketika para ahli sejarah mengistilahkan masa sebelum kenabian Muhammad saw dinamai sebagai masa jahiliyah , karena menggambarkan situasi sosio kultural masyarakat saat tradisi dan sistem hukum yang berlaku untuk mengatur kehidupan masyarakat bangsa arab saat itu sangat jauh dari peradaban agung yang dibangun atas syariat islam yang dibawa Nabi Muhammad saw berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah. Menjadi ukurannya adalah risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Karena ketika pasca Rasulullah Muhammad saw diutus membawa risalah islam dan sukses menyebarkan islam dijazirah arab maka berhasil menyulap wajah buruk masyarakat jahiliyah arab menjadi masyarakat yang mulia dan beradab. Seluruh tradisi jahiliyah lenyap secara sekejab berubah total menjadi suasana kehidupan yang islami. Keadaan itu mulai memuncak ketika Rasulullah saw berhasil mendirikan daulah islam pertama di Madinah sebagai pusat kekuatan islam pertama didunia dalam kurun waktu 13 tahun, bangsa arab langsung menjelma menjadi raksasa dunia yang sangat diperhitungkan bagi imperium negara besar saat itu yakni Roma dan Persia.
Kunci keberhasilan perubahan kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan masyarakat islam adalah sistem aturan yang dipakai untuk mengatur masyarakat. Penyematan istilah jahiliyah menujukkan bahwa aturan sistem hukumnya bukan hukum islam. Al-qur’an dan As-sunnah menjadi undang-undang yang hidup ditengah-tengah mereka. Oleh karenya bangsa arab yang sebelumnya suram dan gelap (darknes), akhirnya menjadi berkilau setelah mendapat siraman mata air berupa syariah islam. Kalau sebelumnya orang –orang arab berkehidupan buruk, maka setelah Rasulullah saw mengangkat derajat mereka dengan Al-Qur’an dan As-sunnah maka lahirlah mereka menjadi sosok pribadi yang agung, tangguh, harum dan sekian banyak diantaranya para shahabat Nabi yang kemuliaanya diabadaikan oleh Allah swt didalam Al-Qur’an.
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ
Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.(QS. Az-Zumar[39]:18)
Jahiliyah [kapitalisme,Sosialisme] : Sistem Bodoh
Al-Qur’an memaknai jahiliyah melaui firmaNya;
أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللّهِ حُكْماً لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?(TQS. Al-Maidah [5]:50)
Konteks makna jahiliyah ayat diatas menujukkan sebuah sistem hukum, tidak bisa diartikan suatu masa tertentu. Melalui uslub bahasa ayat diatas dengan sebuah kalimat pertanyaan –yang sebenarnya tidak perlu dijawab, karena jawabannya sudah pasti tahu- Allah swt ingin mengingatkan kepada seluruh manusia bahwa tidak ada sistem hukum (aturan) yang lebih baik kecuali hukum Allah bagi orang yang berakal.
Di sejumlah ayat di Al-qur’an juga menggunakan frasa jahiliyyah untuk memperlihatkan dan membuktikan tentang tindakan yang jauh dari hukum Allah swt sebagai tindakan jahiliyah. Sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Imran:154, Surat Al-Ahzab:33 dan Surat Al-Fath : 26.
Berarti hukum yang datangnya bukan dari Allah swt baik itu kapitalisme sekuler yang melahirkan demokrasi ataupun sosialisme yang melahirkan komunisme semuanya adalah hukum jahiliyah alias hukum bodoh walaupun sekarang dipuja-puja oleh sebuah peradaban yang modern seperti sekarang ini dan didukung oleh orang-orang yang bergelar pendidikan sangat tinggi.
Bila ditinjau secara radikal (mendasar) kapitalisme dan sosialisme adalah dua ideologi yang sudah cacat sejak lahir . Secara historis dan empiris, implementasinya juga terbukti gagal membawa peradaban manusia yang agung dan sejahtera. Kini pada saat umat manusia terbelenggu oleh sistem demokrasi yang dihasilkan dari kapitalisme sekuler serasa kita dibawa pada kehidupan jahiliyah, walaupun kita sekarang hidup dijaman ilmu pengetahuan dan teknologi yang super canggih. Apalah artinya hidup bergelimangan kemudahan namun bobrok oleh rusaknya sistem jahiliyah.
Bagi seorang muslim ketundukan pada syari’ah islam adalah harga mati yang merupakan bukti keimanannya pada Allah swt dan RasulNya.
Allah swt berfirman:
فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.(QS. An-Nisa’[4]:65)
Imam Ibnu Katsir, Tafsiir Al-Quran Al-’Adziim, Juz 2/349 memberikan tafsiran ayat tersebut sebagai berikut:
وقوله: { فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ } يقسم تعالى بنفسه الكريمة المقدسة: أنه لا يؤمن أحد حتى يُحَكم الرسول صلى الله عليه وسلم في جميع الأمور، فما حكم به فهو الحق الذي يجب الانقياد له باطنا وظاهرا؛ ولهذا قال: { ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا } أي: إذا حكموك يطيعونك في بواطنهم فلا يجدون في أنفسهم حرجا مما حكمت به، وينقادون له في الظاهر والباطن فيسلمون لذلك تسليما كليا من غير ممانعة ولا مدافعة ولا منازعة، كما ورد في الحديث: "والذي نفسي بيده لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به".
”Adapun firmanNya: { fa laa wa rabbika laa yu’minuuna hatta yuhakkimuuka fiimaa syajara bainahum}, artinya, ”Allah swt bersumpah dengan mengatasnamakan DiriNya sendiri Yang Maha Mulia dan Maha Suci, sesungguhnya seseorang belumlah beriman secara sempurna hingga ia berhakim kepada Rasullah saw dalam seluruh perkara. Semua yang Rasulullah putuskan merupakan kebenaran yang wajib diikuti baik bathin maupun dzahir. Oleh karena itu, Allah swt berfirman: {tsumma laa yajiduu fii anfusihim harajan mimmaa qadlaita wa yusallimuu tasliimaa}: yakni, jika mereka telah berhakim kepadamu (Mohammad saw), mereka wajib mentaatimu (mentaati keputusan yang diambil Nabi saw) di dalam bathin-bathin mereka; dan mereka tidak mendapati perasaan ragu di dalam diri mereka atas apa yang telah kamu putuskan; dan lalu mengikutinya (keputusan Nabi saw tersebut) baik dzahir maupun bathin. Kemudian, mereka berserah diri kepada itu (keputusan Nabi saw), dengan penyerahan diri yang bersifat utuh, tanpa ada ganjalan sedikitpun, tanpa ada penolakan sedikitpun, dan tanpa ada penyelisihan sedikitpun; sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih, Nabi saw bersabda “Demi Dzat Yang jiwaku ada di tanganNya, sesungguhnya seseorang di antara kalian belumlah beriman hingga hawa nafsunya tunduk dengan apa yang aku bawa”. [Imam Ibnu Katsir, Tafsiir Al-Quran Al-’Adziim, Juz 2/349]
Khatimah
Manusia tanpa petunjuk syariat hakikatnya terjerumus dalam lubang kebodohan. Manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak tahu akan hal yang terbaik untuknya. Manusia dikarunia oleh Allah swt berupa akal berfungsi untuk menentukan pilihan terbaik dalam hidupnya. Hanya akal yang sehat dan cerdas yang tunduk kepada syariat islam. Karena ia akan tahu bahwa penciptanyalah yang Maha Tahu akan sesuatu yang terbaik untuk umat manusia. Oleh karena itu Allah swt mengutus Rasulullah saw untuk mengetaskan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang yaitu syariat islam. Lantas masihkah kita berharap pada sistem jahiliyah ini?
Baca Selengkapnya..
Sisi Lain Nabi Ibrahim as yang Terlupakan (Catatan Hari Raya Idul Adha 1432H)
Oleh: Mush’ab Abdurrahman
Disaat Hari Raya Idul Adha seperti sekarang ini ( Ahad,6 November 2011) sebuah kelaziman hampir semua khatib mengangkat kisah heroik dua insan yang sangat dikasihi oleh Allah swt yakni Nabi Ibrahim as yang mendapat perintah Allah swt melalui mimpi untuk menyembelih Ismail padahal beliau kala itu adalah putra semata wayang yang sudah lama dinanti (QS. Ash-Shaaffat[37]:102).
Terlepas kisah pengorbaban beliau yang akan terus diingat oleh umat islam sepanjang umurnya, masih menyimpan kisah-kisah yang tidak kalah penting untuk dilewatkan mengandung ibrah dan pelajaran. Memang nabi Ibrahim adalah sosok yang sangat luar biasa, sampai-sampai Allah SWT menegaskan beliau adalah sosok yang layak menjadi suri tauladah bagi segenap kehidupan manusia(QS. Al-Mumtahanah [60]:4).
Kebutuhan mendesak dimasa sekarang , umat sangat membutuhkan aura perubahan yang revolusioner. Oleh karenanya kisah beliau sangat perlu diperhatikan sebagai panduan dalam melewati jalan terjal perubahan untuk mengembalikan kehidupan Islam kedua kalinya.
Menuju Keimanan
Dalam bidang aqidah, beliau adalah sosok yang memberikan pelajaran segenap umat manusia, bagaimana seharusnya meraih keimanan dengan benar. Beliau memberikan contoh agar beriman dibangun melalui jalan berfikir (thariqah aqliyah) bukan jalan naluriyah perasaan semata (wijadaniyah). Kita semua mengetahui, perjalanan keimanan pencairan Tuhan (al-Khaliq) yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as. Kisah pencarian Tuhan yang dilakukan oleh Ibrahim as. tersebut direkam oleh Allah dalam surat al-An’am [6]: 75-79.
وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ(75)فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ(76)فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ(77)فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَاقَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ(78) إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ(79)
“Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin (75). Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku" Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam" (76). Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat" (77). Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (78). Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (79).”
Sangat jelas terlihat, beliau menempuh cara berfikir rasional dalam membuktikan adanya Tuhan. Sampai pada kesimpulan bahwa, pertama, keberadaan Alam semesta beserta isinya tidak mungkin ada dengan sendirinya tanpa ada kekuatan dari Dzat Yang Maha Menciptakan. Kedua, akal bisa merasakan bahwa Tuhan (al-Khaliq) memiliki sifat yang Azali,Maha Kuasa, Maha Mengatur, segala sifatnya berbeda dengan makhluk yang diciptakannya yang melekat sifat lemah, saling membutuhkan sebagaimana diwakili melalui kisah diatas yaitu , Bintang, bulan dan matahari. Akhirnya Allah swt melalui wahyu diatas menunjukkan dirinya sebagai al-Khaliq.
Bagi pengemban dakwah proses beriman adalah penting, karena yang dibutuhkan oleh umat islam sekarang adalah sebuah kebangkitan yang wajib diraih melalui ketinggian taraf berfikir. Adapun ketinggian taraf berfikir musti didasari oleh keimanan yang kokoh. Keimanan yang kokoh-yang tak tergoyahkan-hanya bisa terwujud melalui proses keimanan yang dilalui dari proses berfikir rasional (aqliyyah).
Islam adalah agama yang dibangun atas dasar aqidah aqliyyah. Dari aqidah aqliyyah ini mampu dibangun diatasnya sistem (nidlam). Dengan demikian sangat tepat bila islam selain sebagai agama (aqidah ruhiyyah) juga merupakan ideologi/mabda’ (aqidah siyasiyah). Sebagaimana Muhamammad Muhammad Ismail dalam salah satu karyanya fikrul islam menyebut ideologi sebagai aqidah aqliyyah yang mampu memancarkan pemikiran diatasnya berupa sistem. Sistem ini berupa seperangkat konsep (fikroh) aturan kehidupan yang akan menyelesaikan segala permasalahan hidup, seperti sistem pemerintahan, sistem politik, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem uqubat, sistem pergaulan dll. Bukan hanya konsep pemikiran tetapi juga memiliki methode (thariqah) untuk menerapkannya (tanfidz) , memeliharanya (muhafadzah) dan menyebarkannya (ad-dakwah) dimana semuanya meniscayakan diterapakannya syariah dan khilafah ditengah-tengah kehidupan.
Sang Pemberani
Dalam menyampaikan dakwah, Nabi Ibrahim as dikenal sebagai sosok yang berani, lugas dalam berbicara alias tidak mencla-mencle-baik atas nama strategi atau demi meraih simpatik massa- sehingga mampu membalikkan segala argumentasi (hujjah) pembesar orang-orang kafir pimpinan Namrudz saat itu dan juga ayahnya sendiri. Dikala dihadapkan banyak orang menyembah berhala-berhala, Nabi Ibrahim tampil gagah berani meruntuhkan singgasana kepercayaan masyarakat melalui argumentasi yang menusuk ‘sungsum’ berfikir taqlid buta mereka.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.(QS Al-Baqarah[2]:258).
Argumentasi Nabi Ibrahim as yang tak terbantahkan berbalas kekejian harus beliau terima dengan dibakar hidup-hidup. Walaupun akhirnya beliau diselamatkan oleh Allah swt. Sosok pengemban dakwah harus berani tampil gagah berani menyampaikan yang haq terutama dihadapan para penguasa-penguasa yang dzalim (tidak berhukum dengan hukum Allah swt). Rasulullah saw menyebutkan dalam sebuah hadistnya bahwa seseorang yang berani menyampaikan kalimat haq (dakwah) dihadapan penguasa fajir, walaupun dengan aktivitas tersebut ia terbunuh karenanya , maka pantas mendapat gelar dari Allah swt sebagai penghulunya/rajanya para syuhada’ (syayyidus syuhada’). Tindakan yang sama persis dilakukan oleh Nabi Ibrahim as ketika berdialog lagsung dengan raja Namrudz saat itu. Begitupun berani menghancurkan berhala-berhala yang dijadikan sesembahan walaupun harus berhadapan dengan ayahandanya sendiri yang saat itu sebagai pemimpin para pembesar kafir. Tanpa basa-basi menyampaiakan dakwah tanpa berfikir panjang dengan pertimbangan apakah masyarakat menerima atau tidak serta tanpa sedikitpun merasa ciut hatinya atas berbagai resiko dakwah yang akan didapatkannya. Keyakakinannya tertancap dalam dada, bahwa dakwah harus disampaikan dengan lugas dan berani.
إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ (85) أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ (86) فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ (87) فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ (88) فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ (89)فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ (90) فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ (91)فَرَاغَ إِلَى آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلا تَأْكُلُونَ (92) مَا لَكُمْ لا تَنْطِقُونَ(93) فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ(94) فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ(95) قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ(96) وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ(97) قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ (98) فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الأسْفَلِينَ
85. (ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah itu ?
86. Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?
87. Maka Apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?"
88. lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.
89. kemudian ia berkata:"Sesungguhnya aku sakit".
90. lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.
91. kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: "Apakah kamu tidak makan?
92. kenapa kamu tidak menjawab?"
93. lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).
94. kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.
95. Ibrahim berkata: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu ?
96. Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
97. mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim;lalu lemparkanlah Dia ke dalam api yang menyala-nyala itu".
98. mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, Maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
Sekali lagi keberanian Nabi Ibrahim as dalam membongkar kebusukan aqidah/ideologi kufur saat itu sangat perlu diejawantahkan bagi seluruh pengemban dakwah sekarang ini. Benar, sekarang banyak orang sudah tidak menyembah berhala. Namun bila dilihat dari esensi penyembahan tersebut hakikatnya sama. Umat islam sekarang tanpa disadari telah melakukan sesembahan selain Allah swt. Betul, umat islam khususnya dalam beribadah mahdlah menyembah Allah kalau mereka sholat menyembah Allah, bulan Ramadlan juga berpuasa penuh, tidak mau ketinggalan dibulan musim haji seperti sekarang ini, jama’ah haji dari Indonesia sebagai pesrta jama’ah haji terbesar didunia. Namun ironis sekali didalam berpolitik, berpemerintahan,berekonomi, berpendidikan, bergaul antar lawan jenis , berhukum pidana dan berbagai bentuk mua’malah lainnya tidak menggunakan aturan syari’ah islam sama sekali. Sistem kapitalisme sekuler telah menjelma sebagai berhala-berhala sesembahan, menggantikan hukum Allah swt. Akhirnya hampir diseluruh dunia islam nampak sekali dalam perilaku politiknya oportunistik, pemerintahan demokrasi, pendidikan kapitalistik, ekonomi liberal, budaya sosial hedonis dan sebagainya. Padahal dengan tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan oleh Allah swt didalam aktivitas ibadah ghairu mahdlah (amal siyasi) sama saja dengan melakukan penyembahan selain Allah swt. Allah menegaskan dalam firmanNya;
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ
“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka”.(QS. Al-Maidah[5]:49)
Lanjutan ayat tersebut Allah swt akan memberikan balasan berupa musibah bila tidak berhukum dengan hukum Allah swt.
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ
“Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. “(QS. Al-Maidah[5]:49)
Begitupun dalam ayat berikut;
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya) (QS. An-Nisa’[4]:59)
Menurut ahli gramatikal arab kata “شَيْءٍ” diatas adalah isim nakirah pada level (thabaqot) teratas yang maknanya adalah segala sesuatu atau segala perkara baik itu menyangkut urusan ibadah, akhlaq ataupun mua’amalah dan uqubat wajib diselesaikan berdasarkan hukum Allah dan RasulNya (syari’at islam).
Didalam sejumlah ayat dalam Al-Qur’an Allah swt juga menjelaskan bahwa menjadikan sesembahan selain Allah swt- dalam hal ini tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan oleh Allah- dinyatakan dengan istilah thaghut. Jadi bentuk berhala-berhala sesembahan era modern kini disamakan dengan menyembah thaghut walau dalam keseharian mereka juga melaksanakan sholat, puasa, haji, dan berzakat.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلالا بَعِيدًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.(QS. An-Nisa’[4]:60)
Imam at-Thabari menyimpulkan dari penjelasan para ulama’ ahli tafsir bahwa Thaghut adalah siapa saja yang ditaati, dipatuhi dan diikuti perintahnya untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah. Maksiat itu sendiri adalah setiap bentuk penyimpangan dari perintah dan larangan Allah. Karena itu, siapapun yang memproduk hukum Kufur, menjalankan dan menegakkannya, untuk ditaati, dipatuhi dan diikuti, maka dialah Thaghut yang dimaksud oleh al-Qur’an, meskipun dia adalah manusia, bukan jin (syaitan) apalagi batu.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.(QS. An-Nisa’[4]:60)
Menurut Abu Ja’far, pendapat yang paling tepat tentang makna ayat, “Yu’minuna bi al-jibti wa at-thaghut (Mereka mengimani al-jibti dan thaghut).” adalah mereka meyakini dua sembahan itu selain Allah untuk mereka sembah, dan mereka jadikan sebagai tuhan. Sebab, al-Jibt dan Thaghut adalah dua sebutan untuk tiap perkara yang diagungkan untuk disembah selain Allah, ditaati atau dipatuhi, apapun bentuknya. Bisa batu, manusia atau syaitan.
Karena itu, di masa jahiliyah, berhala yang mereka sembah merupakan sesuatu yang diagungkan dan disembah selain Allah. Maka, berhala tersebut disebut Jibt dan Thaghut. Begitu juga dengan syaitan, yang ditaati untuk melakukan maksiat kepada Allah juga disebut Thaghut. Demikian pula dengan tukang sihir dan pendeta, kata-kata keduanya ditaati oleh kaum Musyrik. Hal yang sam juga Huyyai bin Akhthab dan Ka’ab bin Asyraf, karena keduanya adalah figur yang ditaati oleh para pemeluk agama Yahudi dalam maksiat kepada Allah, mengingkari-Nya dan mengingkari Rasul-Nya. Karenanya, mereka juga disebut Jibt dan Thaghut. (Lihat, At-Thabari, Tafsir at-Thabari, juz V, hal. 83)
Khatimah
Akhirnya dalam kesempatan suasana qurban ini, marilah kita jadikan dua point penting potret Nabi Ibrahim as tidak boleh lepas dari perhatian kita untuk ditapak tilasi khususnya bagi mutiara-mutiara umat yang telah berazam mendedikasikan hidupnya untuk islam. Tanpa bermaksud mengecilkan makna bentuk pengorbanan yang tiada tara Nabi Ibrahim as dalam mewujudkan ketaatannya memenuhi perintah Allah swt untuk menyembelih putranya Ismail as.
Umat islam yang sedang berjuang meraih janji Allah swt dan bisyarah nubuwwah berupa istikhlaf , sangat membutuhkan sosok-sosok Ibrahim berikutnya yang memiliki keimanan menghunjam, keterikatannya dengan hukum syara’ yang kokoh serta tidak mensekutukaNya dalam berbagai hal. Sungguh Allah tidak pernah mengingkari janjiNya. Amin
Baca Selengkapnya..
Disaat Hari Raya Idul Adha seperti sekarang ini ( Ahad,6 November 2011) sebuah kelaziman hampir semua khatib mengangkat kisah heroik dua insan yang sangat dikasihi oleh Allah swt yakni Nabi Ibrahim as yang mendapat perintah Allah swt melalui mimpi untuk menyembelih Ismail padahal beliau kala itu adalah putra semata wayang yang sudah lama dinanti (QS. Ash-Shaaffat[37]:102).
Terlepas kisah pengorbaban beliau yang akan terus diingat oleh umat islam sepanjang umurnya, masih menyimpan kisah-kisah yang tidak kalah penting untuk dilewatkan mengandung ibrah dan pelajaran. Memang nabi Ibrahim adalah sosok yang sangat luar biasa, sampai-sampai Allah SWT menegaskan beliau adalah sosok yang layak menjadi suri tauladah bagi segenap kehidupan manusia(QS. Al-Mumtahanah [60]:4).
Kebutuhan mendesak dimasa sekarang , umat sangat membutuhkan aura perubahan yang revolusioner. Oleh karenanya kisah beliau sangat perlu diperhatikan sebagai panduan dalam melewati jalan terjal perubahan untuk mengembalikan kehidupan Islam kedua kalinya.
Menuju Keimanan
Dalam bidang aqidah, beliau adalah sosok yang memberikan pelajaran segenap umat manusia, bagaimana seharusnya meraih keimanan dengan benar. Beliau memberikan contoh agar beriman dibangun melalui jalan berfikir (thariqah aqliyah) bukan jalan naluriyah perasaan semata (wijadaniyah). Kita semua mengetahui, perjalanan keimanan pencairan Tuhan (al-Khaliq) yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as. Kisah pencarian Tuhan yang dilakukan oleh Ibrahim as. tersebut direkam oleh Allah dalam surat al-An’am [6]: 75-79.
وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ(75)فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ(76)فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ(77)فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَاقَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ(78) إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ(79)
“Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar Ibrahim itu termasuk orang-orang yang yakin (75). Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku" Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam" (76). Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat" (77). Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (78). Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (79).”
Sangat jelas terlihat, beliau menempuh cara berfikir rasional dalam membuktikan adanya Tuhan. Sampai pada kesimpulan bahwa, pertama, keberadaan Alam semesta beserta isinya tidak mungkin ada dengan sendirinya tanpa ada kekuatan dari Dzat Yang Maha Menciptakan. Kedua, akal bisa merasakan bahwa Tuhan (al-Khaliq) memiliki sifat yang Azali,Maha Kuasa, Maha Mengatur, segala sifatnya berbeda dengan makhluk yang diciptakannya yang melekat sifat lemah, saling membutuhkan sebagaimana diwakili melalui kisah diatas yaitu , Bintang, bulan dan matahari. Akhirnya Allah swt melalui wahyu diatas menunjukkan dirinya sebagai al-Khaliq.
Bagi pengemban dakwah proses beriman adalah penting, karena yang dibutuhkan oleh umat islam sekarang adalah sebuah kebangkitan yang wajib diraih melalui ketinggian taraf berfikir. Adapun ketinggian taraf berfikir musti didasari oleh keimanan yang kokoh. Keimanan yang kokoh-yang tak tergoyahkan-hanya bisa terwujud melalui proses keimanan yang dilalui dari proses berfikir rasional (aqliyyah).
Islam adalah agama yang dibangun atas dasar aqidah aqliyyah. Dari aqidah aqliyyah ini mampu dibangun diatasnya sistem (nidlam). Dengan demikian sangat tepat bila islam selain sebagai agama (aqidah ruhiyyah) juga merupakan ideologi/mabda’ (aqidah siyasiyah). Sebagaimana Muhamammad Muhammad Ismail dalam salah satu karyanya fikrul islam menyebut ideologi sebagai aqidah aqliyyah yang mampu memancarkan pemikiran diatasnya berupa sistem. Sistem ini berupa seperangkat konsep (fikroh) aturan kehidupan yang akan menyelesaikan segala permasalahan hidup, seperti sistem pemerintahan, sistem politik, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem uqubat, sistem pergaulan dll. Bukan hanya konsep pemikiran tetapi juga memiliki methode (thariqah) untuk menerapkannya (tanfidz) , memeliharanya (muhafadzah) dan menyebarkannya (ad-dakwah) dimana semuanya meniscayakan diterapakannya syariah dan khilafah ditengah-tengah kehidupan.
Sang Pemberani
Dalam menyampaikan dakwah, Nabi Ibrahim as dikenal sebagai sosok yang berani, lugas dalam berbicara alias tidak mencla-mencle-baik atas nama strategi atau demi meraih simpatik massa- sehingga mampu membalikkan segala argumentasi (hujjah) pembesar orang-orang kafir pimpinan Namrudz saat itu dan juga ayahnya sendiri. Dikala dihadapkan banyak orang menyembah berhala-berhala, Nabi Ibrahim tampil gagah berani meruntuhkan singgasana kepercayaan masyarakat melalui argumentasi yang menusuk ‘sungsum’ berfikir taqlid buta mereka.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.(QS Al-Baqarah[2]:258).
Argumentasi Nabi Ibrahim as yang tak terbantahkan berbalas kekejian harus beliau terima dengan dibakar hidup-hidup. Walaupun akhirnya beliau diselamatkan oleh Allah swt. Sosok pengemban dakwah harus berani tampil gagah berani menyampaikan yang haq terutama dihadapan para penguasa-penguasa yang dzalim (tidak berhukum dengan hukum Allah swt). Rasulullah saw menyebutkan dalam sebuah hadistnya bahwa seseorang yang berani menyampaikan kalimat haq (dakwah) dihadapan penguasa fajir, walaupun dengan aktivitas tersebut ia terbunuh karenanya , maka pantas mendapat gelar dari Allah swt sebagai penghulunya/rajanya para syuhada’ (syayyidus syuhada’). Tindakan yang sama persis dilakukan oleh Nabi Ibrahim as ketika berdialog lagsung dengan raja Namrudz saat itu. Begitupun berani menghancurkan berhala-berhala yang dijadikan sesembahan walaupun harus berhadapan dengan ayahandanya sendiri yang saat itu sebagai pemimpin para pembesar kafir. Tanpa basa-basi menyampaiakan dakwah tanpa berfikir panjang dengan pertimbangan apakah masyarakat menerima atau tidak serta tanpa sedikitpun merasa ciut hatinya atas berbagai resiko dakwah yang akan didapatkannya. Keyakakinannya tertancap dalam dada, bahwa dakwah harus disampaikan dengan lugas dan berani.
إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ (85) أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ (86) فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ (87) فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ (88) فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ (89)فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ (90) فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ (91)فَرَاغَ إِلَى آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلا تَأْكُلُونَ (92) مَا لَكُمْ لا تَنْطِقُونَ(93) فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ(94) فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ(95) قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ(96) وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ(97) قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ (98) فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الأسْفَلِينَ
85. (ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Apakah yang kamu sembah itu ?
86. Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?
87. Maka Apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?"
88. lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.
89. kemudian ia berkata:"Sesungguhnya aku sakit".
90. lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.
91. kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: "Apakah kamu tidak makan?
92. kenapa kamu tidak menjawab?"
93. lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).
94. kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.
95. Ibrahim berkata: "Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu ?
96. Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".
97. mereka berkata: "Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim;lalu lemparkanlah Dia ke dalam api yang menyala-nyala itu".
98. mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, Maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
Sekali lagi keberanian Nabi Ibrahim as dalam membongkar kebusukan aqidah/ideologi kufur saat itu sangat perlu diejawantahkan bagi seluruh pengemban dakwah sekarang ini. Benar, sekarang banyak orang sudah tidak menyembah berhala. Namun bila dilihat dari esensi penyembahan tersebut hakikatnya sama. Umat islam sekarang tanpa disadari telah melakukan sesembahan selain Allah swt. Betul, umat islam khususnya dalam beribadah mahdlah menyembah Allah kalau mereka sholat menyembah Allah, bulan Ramadlan juga berpuasa penuh, tidak mau ketinggalan dibulan musim haji seperti sekarang ini, jama’ah haji dari Indonesia sebagai pesrta jama’ah haji terbesar didunia. Namun ironis sekali didalam berpolitik, berpemerintahan,berekonomi, berpendidikan, bergaul antar lawan jenis , berhukum pidana dan berbagai bentuk mua’malah lainnya tidak menggunakan aturan syari’ah islam sama sekali. Sistem kapitalisme sekuler telah menjelma sebagai berhala-berhala sesembahan, menggantikan hukum Allah swt. Akhirnya hampir diseluruh dunia islam nampak sekali dalam perilaku politiknya oportunistik, pemerintahan demokrasi, pendidikan kapitalistik, ekonomi liberal, budaya sosial hedonis dan sebagainya. Padahal dengan tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan oleh Allah swt didalam aktivitas ibadah ghairu mahdlah (amal siyasi) sama saja dengan melakukan penyembahan selain Allah swt. Allah menegaskan dalam firmanNya;
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ
“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka”.(QS. Al-Maidah[5]:49)
Lanjutan ayat tersebut Allah swt akan memberikan balasan berupa musibah bila tidak berhukum dengan hukum Allah swt.
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ
“Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. “(QS. Al-Maidah[5]:49)
Begitupun dalam ayat berikut;
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya) (QS. An-Nisa’[4]:59)
Menurut ahli gramatikal arab kata “شَيْءٍ” diatas adalah isim nakirah pada level (thabaqot) teratas yang maknanya adalah segala sesuatu atau segala perkara baik itu menyangkut urusan ibadah, akhlaq ataupun mua’amalah dan uqubat wajib diselesaikan berdasarkan hukum Allah dan RasulNya (syari’at islam).
Didalam sejumlah ayat dalam Al-Qur’an Allah swt juga menjelaskan bahwa menjadikan sesembahan selain Allah swt- dalam hal ini tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan oleh Allah- dinyatakan dengan istilah thaghut. Jadi bentuk berhala-berhala sesembahan era modern kini disamakan dengan menyembah thaghut walau dalam keseharian mereka juga melaksanakan sholat, puasa, haji, dan berzakat.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلالا بَعِيدًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.(QS. An-Nisa’[4]:60)
Imam at-Thabari menyimpulkan dari penjelasan para ulama’ ahli tafsir bahwa Thaghut adalah siapa saja yang ditaati, dipatuhi dan diikuti perintahnya untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah. Maksiat itu sendiri adalah setiap bentuk penyimpangan dari perintah dan larangan Allah. Karena itu, siapapun yang memproduk hukum Kufur, menjalankan dan menegakkannya, untuk ditaati, dipatuhi dan diikuti, maka dialah Thaghut yang dimaksud oleh al-Qur’an, meskipun dia adalah manusia, bukan jin (syaitan) apalagi batu.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.(QS. An-Nisa’[4]:60)
Menurut Abu Ja’far, pendapat yang paling tepat tentang makna ayat, “Yu’minuna bi al-jibti wa at-thaghut (Mereka mengimani al-jibti dan thaghut).” adalah mereka meyakini dua sembahan itu selain Allah untuk mereka sembah, dan mereka jadikan sebagai tuhan. Sebab, al-Jibt dan Thaghut adalah dua sebutan untuk tiap perkara yang diagungkan untuk disembah selain Allah, ditaati atau dipatuhi, apapun bentuknya. Bisa batu, manusia atau syaitan.
Karena itu, di masa jahiliyah, berhala yang mereka sembah merupakan sesuatu yang diagungkan dan disembah selain Allah. Maka, berhala tersebut disebut Jibt dan Thaghut. Begitu juga dengan syaitan, yang ditaati untuk melakukan maksiat kepada Allah juga disebut Thaghut. Demikian pula dengan tukang sihir dan pendeta, kata-kata keduanya ditaati oleh kaum Musyrik. Hal yang sam juga Huyyai bin Akhthab dan Ka’ab bin Asyraf, karena keduanya adalah figur yang ditaati oleh para pemeluk agama Yahudi dalam maksiat kepada Allah, mengingkari-Nya dan mengingkari Rasul-Nya. Karenanya, mereka juga disebut Jibt dan Thaghut. (Lihat, At-Thabari, Tafsir at-Thabari, juz V, hal. 83)
Khatimah
Akhirnya dalam kesempatan suasana qurban ini, marilah kita jadikan dua point penting potret Nabi Ibrahim as tidak boleh lepas dari perhatian kita untuk ditapak tilasi khususnya bagi mutiara-mutiara umat yang telah berazam mendedikasikan hidupnya untuk islam. Tanpa bermaksud mengecilkan makna bentuk pengorbanan yang tiada tara Nabi Ibrahim as dalam mewujudkan ketaatannya memenuhi perintah Allah swt untuk menyembelih putranya Ismail as.
Umat islam yang sedang berjuang meraih janji Allah swt dan bisyarah nubuwwah berupa istikhlaf , sangat membutuhkan sosok-sosok Ibrahim berikutnya yang memiliki keimanan menghunjam, keterikatannya dengan hukum syara’ yang kokoh serta tidak mensekutukaNya dalam berbagai hal. Sungguh Allah tidak pernah mengingkari janjiNya. Amin
Baca Selengkapnya..
Wednesday, 2 November 2011
Gagalnya Pendidikan Politik [Politikus] Muda
Oleh : Mush’ab Abdurrahman
Beberapa hari terakhir ini telah dilansir beberapa hasil survey oleh lemba survey yang menyatakan bahwa pilpres 2014 politikus muda belum menempati pada ranking atas sesuai keinginan publik.
Publik masih menilai mereka belum punya prospektif atau kapasitas layak menempati kursi tertinggi dinegeri ini. Katakanlah, Anas urbaningrum yang digadang-gadang oleh Partai Democrat akan menggantikan seniornya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden pada pilpres 2014 gagal meraih kepercayaan publik. Bukan hanya Anas, politikus muda lainyapun mengalami nasib yang tidak kalah berbeda. Pasalnya, dilihat dari lintasan politik selama ini, mereka kawula muda yang terjun dalam kancah politik, baik sebagai pengurus partai atau anggota DPR belum menunjukkan gebrakan nyata sesuai agenda politik yang telah dirancang sebelumnya, alih-alih untuk melaksanakan program kerja politik demi menyelesaikan masalah bangsa , justru tidak sedikit politikus muda malah terjerumus dalam pusaran masalah politik , terlebih masalah korupsi.
Bila kita flashback pada pilpres sebelumnya hampir semua partai berebut anggota dari segmentasi pemuda guna mendulang suara sebanyak banyaknya. Tidak salah bila bayak para artis dan selebritispun ditarik bermain politik yang selama ini jauh dari kehidupannya sebagai selebritis didunia hiburan. Walaupun itu mengundang banyak kontroversi , akhirnya toh proses demokrasi tetap berjalan. Awalanya disamping masalah menggemukkan suara parpol, kehadiran politikus muda diharapkan bisa menciptakan kesegaran udara politik serta inovasi-inovasi yang extraordinary bagi perubahan yang lebih menjanjikan didunia politik. Sadar atau tidak, sebagian besar rakyat merasa jenuh dengan hadirnya muka-muka lama yang selama ini menghiasi layar kaca politik negeri ini.
Namun semua fakta tersebut terbantahkan, ekspektasi diatas masih jauh dari angan-angan. Mau politikus tua atau muda semuanya juga sama saja. Kiprah polikus muda jauh dari harapan atau boleh dikata justru ikut andil memperburuk perjalanan politik di negeri ini.
Setidaknya dalam catatan kami ada dua faktor yang menyebabkannya:
Pertama masalah kapasitas personal. Banyak politikus muda hanya bermodal financial dan publisitas pribadi merasa sudah percaya diri untuk terjun didunia politik. Dalam alam politik sekuler kapitalis sekarang ini dunia politik acap kali dimaknai dengan dunia keras dan kejam. Politikini layaknya masuk kedunia mafia, siapa yang punya basic mafia maka akan bisa survive. Padahal masuk kedunia politik sangat membutuhkan kapasitas diri yang mumpuni. Basic pendidikan politik dan pengalaman politik sangat menentukan kebijakan langkahnya. Potret diatas berbeda jauh dengan islam. Didalam politik Islam, politik (as-siyasah) dimaknai dengan upaya serius untuk melayani kepentingan urusan rakyat baik didalam negeri maupun diluar negeri dengan hukum islam. Padahal untuk mengurusi rakyat sangat dibutuhkan berbabagai pembekalan diri dengan hukum-hukum yang menyangkut pelayanan rakyat seperti pemerintahan, ekonomi, pendidikan, pertahanan kemanan, sosial dan sebagainya. Bagi seorang muslim yang terjun didunia politik wajib memahami seperangkat hukum-hukum tersebut. Oleh karena itu dalam islam aktifita politik dalah aktifitas yang bukan hanya diwajibkan tetapi juga sangat urgen. Kita bisa menyaksikan secara kasat mata, bagaimana akibat hilangnya kehidupan islam dalam kencah kehidupan, dimana seluruh sendi-sendi kehidupan bukan diatur dengan hukum islam maka hasilnya adalah kerusakan. Selama sistem kapitalisme yang ‘melayani’ rakyat maka jangan pernah berharap sistem kapitalisme ini betul-betul mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat, yang ada sebaliknya menjerumuskan rakyat kejurang keninasaan.
Oleh karenaya para politikus muda dengan berbekal kapasitas yang minim, diperparah dengan berpolitik menggunakan sistem politik yang salah maka hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia begitu pahit dan getir. Dengan uang dan ketenaran yang dia punya sebagai modal berpolitik maka jangan salahkan bila aktivitas politiknya hanya beroirientasi melipat gandakan uangnya untuk memperkaya diri melalui berbagai “skenario politik” dengan mengatasnamakan rakyat .
Kedua,gagalnya pendidikan politik partai. Partai politik setidaknya dibentuk adalah untuk melakukan artikulasi, agregasi dan edukasi. Kita melihat partai politik sekarang ini menjadi mesin politik yang macet. Dalam perpolitikan sekarang ini paras negeri ini menjadi cermin dari parpol. Gagalnya pemerintah akibat gagalnya parpol memfungsikan jati dirinya. Hadirnya sejumlah tokoh muda di partai politik-baik yang mewakilinya di pemerintah maupun lembaga legislative- sama sekali tidak melakukan pendidikan politik yang benar dan contoh berpolitik yang elegan. Hadirnya mereka dalam berbagai pertemuan baik diparpol maupun di berbagai event politik, jauh menujukkan hal tersebut sebagai pendidikan politik. Seharusnya partai politik sebelum menerjunkan kadernya haruslan terlebih dahulu diupayakan seintensif mungkin dengan pendidikan politik. Namun kalau dicemati lebih mendalam, partai politik sekarang ini belum layak menyandang dirinya sebagai partai politik yang hakiki dan ideologis. Parpol sekarang sebatas kumpulan orang-orang yang punya ambisi politik (baca=kekuasaan). Partai lebih sibuk menumpukpundi-pundi kekayaan.kasus Badan Anggran DPR beberapa waktuyang lalu membuktikan fakta ini. Kalau parpol adalah mesin pencetak uang. Sebenarnya ini sebuah potret yang pasti ditemukan dalam kancah perpolitikan demokrasi. Rakyat jangan pernah berharap akan ditampilakan sebuah ‘pertunjukan’ politik yang menarik dan menghibur mereka. Tapi demokrasi hanya akan menampilkan permainan kotor dan atraksi horror yang menakutkan dan meresahkan masyarakat.
Berbeda sangat jauh dengan konsep didalam islam. partai politik wajib ada dikomunitas umat islam sebagai bentuk pemenuhan seruan Allah swt ( QS.Al-Imran :104). Partai politik fungsi utama adalah melakukan pendidikan politik bagi kadernya dan umat secara kesluruah dengan hokum-hukum islam. Para kadernya berkumpul dalam partai karena diikat oleh sebuah ikatan yang kuat dan shohih yaitu ideology islam, selain itu ideology islam tersebut diperjuangkan agar menjadi ideology umat.
Pada saat umat tidak memiliki Negara yang menerapkan syariah, maka keberadaan partai yang ideologis ini wajib ada. Tugasnya adalah mendidik umat dengan hokum-hukum islam serta melakukan rekrutmen untuk melakukan perubahan yang revolusioner (inqilabiyah). Ini semua meniscayakan pendidikan politik partai yang continue dan berkualitas. Kualitas kader tergantung dari sejauhmana ia terdidik secara poitik,yang diindikasikan dengan terinternalisasikannya ideology islam dalam dirinya. Selanjutnya ideology islam yang telah merasuk dalam ruang hati dan fikirnya mendorong dirinya untuk melakukan perubahan ditengah-tengah masyarakat berdasarkan ideology yang ia emban. Aktifitas politiknya tidak akan pernah berhenti sebelum mampu merealisaisikan tujuan utamanya yakni mensejahterakan rakyat dengan syariat islam. Kesadaran politik itu terus akan dipegang hingga nyawa masih dikandung badan.
Baca Selengkapnya..
Beberapa hari terakhir ini telah dilansir beberapa hasil survey oleh lemba survey yang menyatakan bahwa pilpres 2014 politikus muda belum menempati pada ranking atas sesuai keinginan publik.
Publik masih menilai mereka belum punya prospektif atau kapasitas layak menempati kursi tertinggi dinegeri ini. Katakanlah, Anas urbaningrum yang digadang-gadang oleh Partai Democrat akan menggantikan seniornya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden pada pilpres 2014 gagal meraih kepercayaan publik. Bukan hanya Anas, politikus muda lainyapun mengalami nasib yang tidak kalah berbeda. Pasalnya, dilihat dari lintasan politik selama ini, mereka kawula muda yang terjun dalam kancah politik, baik sebagai pengurus partai atau anggota DPR belum menunjukkan gebrakan nyata sesuai agenda politik yang telah dirancang sebelumnya, alih-alih untuk melaksanakan program kerja politik demi menyelesaikan masalah bangsa , justru tidak sedikit politikus muda malah terjerumus dalam pusaran masalah politik , terlebih masalah korupsi.
Bila kita flashback pada pilpres sebelumnya hampir semua partai berebut anggota dari segmentasi pemuda guna mendulang suara sebanyak banyaknya. Tidak salah bila bayak para artis dan selebritispun ditarik bermain politik yang selama ini jauh dari kehidupannya sebagai selebritis didunia hiburan. Walaupun itu mengundang banyak kontroversi , akhirnya toh proses demokrasi tetap berjalan. Awalanya disamping masalah menggemukkan suara parpol, kehadiran politikus muda diharapkan bisa menciptakan kesegaran udara politik serta inovasi-inovasi yang extraordinary bagi perubahan yang lebih menjanjikan didunia politik. Sadar atau tidak, sebagian besar rakyat merasa jenuh dengan hadirnya muka-muka lama yang selama ini menghiasi layar kaca politik negeri ini.
Namun semua fakta tersebut terbantahkan, ekspektasi diatas masih jauh dari angan-angan. Mau politikus tua atau muda semuanya juga sama saja. Kiprah polikus muda jauh dari harapan atau boleh dikata justru ikut andil memperburuk perjalanan politik di negeri ini.
Setidaknya dalam catatan kami ada dua faktor yang menyebabkannya:
Pertama masalah kapasitas personal. Banyak politikus muda hanya bermodal financial dan publisitas pribadi merasa sudah percaya diri untuk terjun didunia politik. Dalam alam politik sekuler kapitalis sekarang ini dunia politik acap kali dimaknai dengan dunia keras dan kejam. Politikini layaknya masuk kedunia mafia, siapa yang punya basic mafia maka akan bisa survive. Padahal masuk kedunia politik sangat membutuhkan kapasitas diri yang mumpuni. Basic pendidikan politik dan pengalaman politik sangat menentukan kebijakan langkahnya. Potret diatas berbeda jauh dengan islam. Didalam politik Islam, politik (as-siyasah) dimaknai dengan upaya serius untuk melayani kepentingan urusan rakyat baik didalam negeri maupun diluar negeri dengan hukum islam. Padahal untuk mengurusi rakyat sangat dibutuhkan berbabagai pembekalan diri dengan hukum-hukum yang menyangkut pelayanan rakyat seperti pemerintahan, ekonomi, pendidikan, pertahanan kemanan, sosial dan sebagainya. Bagi seorang muslim yang terjun didunia politik wajib memahami seperangkat hukum-hukum tersebut. Oleh karena itu dalam islam aktifita politik dalah aktifitas yang bukan hanya diwajibkan tetapi juga sangat urgen. Kita bisa menyaksikan secara kasat mata, bagaimana akibat hilangnya kehidupan islam dalam kencah kehidupan, dimana seluruh sendi-sendi kehidupan bukan diatur dengan hukum islam maka hasilnya adalah kerusakan. Selama sistem kapitalisme yang ‘melayani’ rakyat maka jangan pernah berharap sistem kapitalisme ini betul-betul mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat, yang ada sebaliknya menjerumuskan rakyat kejurang keninasaan.
Oleh karenaya para politikus muda dengan berbekal kapasitas yang minim, diperparah dengan berpolitik menggunakan sistem politik yang salah maka hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia begitu pahit dan getir. Dengan uang dan ketenaran yang dia punya sebagai modal berpolitik maka jangan salahkan bila aktivitas politiknya hanya beroirientasi melipat gandakan uangnya untuk memperkaya diri melalui berbagai “skenario politik” dengan mengatasnamakan rakyat .
Kedua,gagalnya pendidikan politik partai. Partai politik setidaknya dibentuk adalah untuk melakukan artikulasi, agregasi dan edukasi. Kita melihat partai politik sekarang ini menjadi mesin politik yang macet. Dalam perpolitikan sekarang ini paras negeri ini menjadi cermin dari parpol. Gagalnya pemerintah akibat gagalnya parpol memfungsikan jati dirinya. Hadirnya sejumlah tokoh muda di partai politik-baik yang mewakilinya di pemerintah maupun lembaga legislative- sama sekali tidak melakukan pendidikan politik yang benar dan contoh berpolitik yang elegan. Hadirnya mereka dalam berbagai pertemuan baik diparpol maupun di berbagai event politik, jauh menujukkan hal tersebut sebagai pendidikan politik. Seharusnya partai politik sebelum menerjunkan kadernya haruslan terlebih dahulu diupayakan seintensif mungkin dengan pendidikan politik. Namun kalau dicemati lebih mendalam, partai politik sekarang ini belum layak menyandang dirinya sebagai partai politik yang hakiki dan ideologis. Parpol sekarang sebatas kumpulan orang-orang yang punya ambisi politik (baca=kekuasaan). Partai lebih sibuk menumpukpundi-pundi kekayaan.kasus Badan Anggran DPR beberapa waktuyang lalu membuktikan fakta ini. Kalau parpol adalah mesin pencetak uang. Sebenarnya ini sebuah potret yang pasti ditemukan dalam kancah perpolitikan demokrasi. Rakyat jangan pernah berharap akan ditampilakan sebuah ‘pertunjukan’ politik yang menarik dan menghibur mereka. Tapi demokrasi hanya akan menampilkan permainan kotor dan atraksi horror yang menakutkan dan meresahkan masyarakat.
Berbeda sangat jauh dengan konsep didalam islam. partai politik wajib ada dikomunitas umat islam sebagai bentuk pemenuhan seruan Allah swt ( QS.Al-Imran :104). Partai politik fungsi utama adalah melakukan pendidikan politik bagi kadernya dan umat secara kesluruah dengan hokum-hukum islam. Para kadernya berkumpul dalam partai karena diikat oleh sebuah ikatan yang kuat dan shohih yaitu ideology islam, selain itu ideology islam tersebut diperjuangkan agar menjadi ideology umat.
Pada saat umat tidak memiliki Negara yang menerapkan syariah, maka keberadaan partai yang ideologis ini wajib ada. Tugasnya adalah mendidik umat dengan hokum-hukum islam serta melakukan rekrutmen untuk melakukan perubahan yang revolusioner (inqilabiyah). Ini semua meniscayakan pendidikan politik partai yang continue dan berkualitas. Kualitas kader tergantung dari sejauhmana ia terdidik secara poitik,yang diindikasikan dengan terinternalisasikannya ideology islam dalam dirinya. Selanjutnya ideology islam yang telah merasuk dalam ruang hati dan fikirnya mendorong dirinya untuk melakukan perubahan ditengah-tengah masyarakat berdasarkan ideology yang ia emban. Aktifitas politiknya tidak akan pernah berhenti sebelum mampu merealisaisikan tujuan utamanya yakni mensejahterakan rakyat dengan syariat islam. Kesadaran politik itu terus akan dipegang hingga nyawa masih dikandung badan.
Baca Selengkapnya..
Subscribe to:
Posts (Atom)